JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita Utama

 

 

Tindak lanjut kerjasama BBLitvet dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret yang diawali dengan penandatanganan perjanjian kerjasama "Penelitian, Pengembangan, dan Pengujian Zoonosis" di FK UNS pada tanggal 8 November 2019.

Kunjungan Tim FK UNS ke BBLitvet pada tanggal 14 Januari 2020, dihadiri oleh dekan FK UNS Dr. Reviono, dr.,Sp.P(K) beserta wakil dekan akademis Paramasari Dirgahayu, dr., PhD, Prof.Dr.Soetrisno, dr.Sp.OG(K), Prof.Dr.Harijono Kario Sentono, dr.Sp.KK, Dhani Redhono Harioputro, dr., Sp.PD, Arie Kusumawardani, dr.Sp.KK, Jatu Aphridasari,dr.Sp.P(K), serta Evi Nurhayatun, dr.Sp.PD., M.Kes berdiskusi dengan para peneliti BBLitvet terkait rencana penelitian zoonosis dan dilanjutkan kunjungan ke Laboratorium BSL 2 dan BSL3 Zooonois. Diharapkan hilirisasi inovasi dan teknologi BBlitvet dalam kolaborasi kerjasama penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa FK UNS terutama program doktoral serta peningkatan kapasitas Animal facility Laboratorium dengan memanfaatkan teknologi, inovasi, serta fasilitas yang ada di BBLitvet.

 

 

Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet, Balitbang Kementan) sebagai institusi telah menghasilkan berbagai teknologi yang diharapkan mampu mendukung terwujudnya sasaran strategis pembangunan pertanian, termasuk di dalamnya mendukung kemajuan perunggasan Indonesia. Menurut Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si, permasalahan yang banyak dihadapi oleh industri perunggasan termasuk ayam kampung unggulan Balitbangtan adalah adanya infeksi penyakit Newcastle disease (ND) atau tetelo dan Avian influenza (AI) atau flu burung. ND memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi, sedangkan AI bersifat zoonosis yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Kedua penyakit ini menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat tinggi. Pencegahan yang telah dilakukan adalah dengan menerapkan praktik biosekuriti yang ketat dan juga pemberian vaksin. Balitbangtan melalui BBLitvet, sesuai dengan tupoksi yang mendukung program kementan pada tanggal 05 Desember 2019 melaunching produk inovasi terkait dua penyakit tersebut, yaitu berupa Vaksin Bivalen AI H5N1, Vaksin Inaktif Kombinasi HPAI – LPAI, Vaksin ND GTT/11, dan Kit Test DIVA AI BB Litvet.

Menteri Pertanian Indonesia, Dr. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H. memberikan arahan bahwa Indonesia memiliki potensi dan sumberdaya yang sangat berlimpah, sehingga Indonesia harus bisa menjadi sebuah negara yang besar dan maju. Cita-cita dapat terwujud jika masing-masing dari kita memiliki niat dan tujuan untuk melangkah bersama dan mengevaluasi diri di hari ini apa yang bisa kita berikan dan lakukan kepada negara. Yang kita berikan pada negara adalah wujud ibadah dan rasa cinta kita sebagai contoh Balitbangtan dan BBlitvet sesuai dengan tupoksi dan keilmuannya memiliki kewajiban secara moral dan tanggung jawab untuk memajukan perunggasan Indonesia. Jadikan Unggas kita sebagai produk eksport karena kita sudah mampu untuk melakukan itu. Dengan melangkah bersama kita dapat mengembangkan bibit unggulan sendiri, menjaga kesehatan unggas sehingga dihasilkan unggas kualitas unggul, dan juga gunakan jalan diplomasi serta perdagangan untuk memajukan perunggasan Indonesia.

Teknologi Inovasi Veteriner terkait Kesehatan Unggas Balitbangtan melalui BBLitvet diharapkan dapat memberikan dukungan untuk meningkatkan kesehatan unggas baik lokal ataupun ras, sehingga dapat meningkatkan populasi dan produksinya yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh stakeholders terkait.

 

 

 

 

 

 

Dalam rangka mendukung National Action Plan Antimicrobial Resistance (NAP AMR) 2020-2024 Tim Analisis Kebijakan Veteriner BBLitvet menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang bertema "Sosialisasi Hasil Balitbangtan Veteriner" di Balai Besar Penelitian Veteriner pada 7 November 2019.

Acara dibuka oleh Kepala Balitbangtan Dr. Ir. Fadjry Djufry M.Si. diwakili oleh Kepala BB Litvet Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti , M.Si.

FGD ini membahas tentang situasi global dan nasional AMR yang difokuskan pada hasil-hasil riset AMR . Menghadirkan narasumber dari BBLitvet, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Direktorat Kesehatan Hewan, Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Fakultas Kedokteran Hewan Airlangga, Fakultas Kedokteran Hewan UGM.

Pembahas materi FGD dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS). Peserta FGD meliputi stakeholder terkait AMR dari pemerintah maupun swasta serta para peneliti Balitbangtan.

Diharapkan FGD ini mampu memperkuat peran Kementerian Pertanian dalam mendukung NAP AMR 2020-2024 dan sebagai sarana yang memfasilitasi semua Kementerian yang terlibat dalam NAP AMR untuk meningkatkan sinergitas dan koordinasi untuk mencapai kesepakatan dan komitmen bersama dalam pengendalian AMR.

 

 

Hilirisasi teknologi Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet) dalam bentuk Kerjasama dengan Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret. Tema Perjanjian Kerjasama "Penelitian, Pengembangan, dan Pengujian Penyakit Zoonosis" memuat kegiatan kerjasama secara teknis untuk memanfaatkan teknologi inovasi, fasilitas dan sumber daya manusia antara kedua belah pihak.

Perjanjian Kerjasama ini ditandatangani oleh kedua belah pihak yaitu Kepala BBLitvet, Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti dan Dekan Fakultas Kedokteran UNS, Dr dr. Reviono SpP(K) pada hari Jumat 8 November 2019 di Ruang Sidang 3 Gedung A, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS), Jl Ir Soetami No 1 Surakarta.

Acara ini dibuka oleh Dekan Fakultas Kedokteran UNS dan Kepala BBLitvet, memberikan sambutan serta mendukung kegiatan kerjasama ini. Dihadiri oleh Wakil Dekan Fakultas Kedokteran UNS, dr Paramasari Dirgahayu PhD, Kabid KSPHP BBLitvet, Kasie PHP BBLitvet, Kasie Kerjasama BBLitvet, perwakilan Bagian Spesialis Kulit dan Kelamin serta mahasiswa pendidikan spesialis Kedokteran UNS.

Diharapkan kerjasama ini bermanfaat untuk peningkatan kapasitas dan kompetensi teknis penelitian dan pengujian untuk penyakit zoonosis dalam rangka mendukung upaya Pencegahan, Pengobatan, dan Pengendalian Penyakit Zoonosis.

 

 

 

Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas riset di Balai Besar Penelitian Veteriner, diselenggarakan Inhouse Training Detection of Leptospirosis and other Zoonosic Diseases from Rats pada 22-24 Oktober 2019 dengan narasumber Prof. Kozue Miura, Ph.D ahli Rodent-Borne Pathogens dari University of Tokyo dan Dr. Nobue Kozumi ahli Leptospirosis, dari National Institute for Infectious Diseases, Japan.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Balai Besar Penelitian Veteriner sebagai laboratorium rujukan penyakit hewan Nasional khususnya untuk diagnosis serta penelitian Leptospirosis dan penyakit Zoonosis lainnya yang ditularkan oleh tikus.

Kegiatan Inhouse Training diawali dengan pengambilan sampel tikus dari pasar di sekitar kota Bogor, melakukan Nekropsi serta Isolasi virus dan bakteri sampel tikus serta Minilecture Overview Leptospirosis.