JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita Utama

Diskusi Kerjasama Perpustakaan Bidang Veteriner

Lingkup Kementerian Pertanian

Dalam rangka peningkatan pemanfaatan koleksi bidang veteriner agar lebih optimal, Perpustakaan BBLitvet melakukan kerjasama perpustakaan khusus bidang veteriner lingkup Kementerian Pertanian.

 

 

Acara dilaksanakan pada tanggal 15-16 Maret 2016, dan dibuka oleh Kabid KSPHP BBLitvet, yang dihadiri para pustakawan atau pengelola perpustakaan lingkup Kementerian pertanian: BB Veteiner Lingkup Kementerian Pertanian, Pustaka, Sekretariat Jenderal Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan, Puslitbang Peternakan, Balitnak Ciawi dan BBLitvet sebagai penyelenggara.

 

Tujuan dari kerjasama adalah dapat memenuhi kelengkapan koleksi yang ada di masing-masing perpustakaan bidang veteriner untuk memenuhi kebutuhan para peneliti dan pengguna di masing-masing unit perpustakaan.

Penandatanganan MOU Kerjasama BBLitvet dengan PT. Novindo Agritech Hutama

 

BBLitvet telah mengadakan kegiatan kerjasama dengan PT Novindo Agritech Hutama mengenai pengembangan penelitian obat hewan dari tanaman herbal Indonesia. Kegiatan diawali dengan penandatanganan MOU Kerjasama di Ruang Rapat, Gedung Baru Lantai 2 BBLitvet, pada hari Jumat tanggal 19 Februari 2016. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala BBLitvet, Dr. drh. Hardiman, MM, dan Direktur Utama PT Novindo Agritech Hutama, Irawati Fari, DVM yang juga merupakan Ketua Umum ASOHI. Selain itu, acara juga dihadiri oleh Kabid KSPHP, Kasie Kerjasama, Ketua Kelti, dan Dra. Masniari Poeloengan, MS selaku peneliti ahli dari BBLitvet dibidang obat herbal.

 

 

Perjanjian MOU ditandatangani oleh kedua belah pihak yaitu Kepala BBLitvet dan Direktur Utama PT Novindo Agritech Hutama, serta disaksikan oleh para hadirin. Perjanjian MOU memuat kegiatan kerjasama secara teknis mengenai pengembangan hasil penelitian BBLitvet yang memiliki potensi terapi herbal dalam bidang veteriner. Kegiatan kerjasama pemanfaatan herbal perlu dikembangkan untuk mengantisipasi berkembangnya resistensi antibiotik. Setelah acara penandatanganan, Direktur Utama PT Novindo Agritech Hutama dalam sambutannya menyampaikan idealismenya untuk mengembangkan dan memproduksi obat hewan herbal di Indonesia, khususnya menggunakan tanaman yang berasal dari Indonesia.  Kepala BBLitvet juga turut mendukung kegiatan pengembangan penelitian di BBLitvet sebagai pionir dalam pengembangan penelitian obat hewan herbal di Indonesia.

Serah Terima Seed Vaksin Bivalen AI BBLitvet kepada PT Caprifarmindo

Kerjasama lisensi antara BBLitvet dengan PT Caprifarmindo Laboratories untuk formula Vaksin Bivalen AI dan ND GTT 11 dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2016 di PT Caprifarmindo, Cimareme, Bandung. Acara diawali dengan serah terima Seed Vaksin Bivalen AI BBLitvet, yang dihadiri oleh Drh. Maryono Plant Manager Vaccine beserta staf peneliti PT. Caprifarmindo, dari BBLitvet dihadiri oleh Ir. Chaerunisa Syafitrie, MSi Kabid KSPHP,  Dr. Drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si dan Risa Indriani, S.Si selaku Inventor.

 

Penyerahan Seed Vaksin Bivalen AI oleh Ir. Chaerunisa Syafitrie, MSi kepada Drh. Maryono disaksikan oleh seluruh hadirin. Acara dilanjutkan dengan presentasi oleh  Dr. Drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si  dan Risa Indriani, S.Si dan diskusi mengenai perkembangan virus AI di Indonesia. Pihak PT Caprifarmindo berantusias terhadap informasi yang diberikan oleh BBLitvet dalam rangka perkembangan pembuatan vaksin bivalen AI yang berpotensi untuk pencegahan wabah AI pada unggas.

Laboratorium  Lapang  Inovasi Pertanian (LLIP)

Ternak  Kerbau di Desa Sukanegara, Kecamatan Carita

Pandeglang – Banten

Laboratorium Lapang Inovasi Pertanian (LLIP) merupakan program trobosan hilirisasi hasil-hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian kepada pengguna teknologi yaitu Pemangku Kebijakan di daerah serta para petani dan peternak.

LLIP, merupakan salah satu media untuk mempercepat penyampaian inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh Balitbangtan, sebagai wadah pemberdayaan petani/peternak atau kelompok tani serta ajang pertemuan penyampaian inovasi teknologi. Petani/peternak yang terlibat langsung pada kegiatan LLIP diharapkan nantinya mampu menjadi Penyuluh Pertanian Swadaya sebagai aktualisasi dari UU No 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.

Sebaliknya, LLIP, berfungsi sebagai  media umpan balik untuk memperbaiki dan menyempurnakan inovasi teknologi sehingga teknologi yang dihasilkan Balitbangtan menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna atau bersifat spesifik lokasi.

LLIP ternak kerbau dilaksanakan sejak tahun anggaran 2015 di desa Sukanegara, kecamatan Carita , kabupaten Pandeglang, melibatkan satu kelompok peternak kerbau yaitu Kelompok peternak Berkah, beranggotakan 35 orang peternak dengan total populasi ternak kerbau 157 ekor.

Aktivitas LLIP yang dilakukan adalah pemberdayaan peternak kerbau melalui ; perbaikan kandang ternak meliputi atap, pengecoran lantai kandang untuk mempermudah pengumpulan kotoran dan air kencing (urine) untuk dialirkan ke instalasi Bio gas dan Bio urine. Perbaikan fasilitas air, kebun pakan dengan bibit rumput dan hijauan unggul,pembuatan instalasi Bio gas dan Bio urine yang terbuat dari beton (semen) sehingga tahan lama lebih murah dan ekonomis. Serta kegiatan insiminasi buatan (IB) dengan simen unggul, untuk meningkatkan genetik dan kualitas pedet.

Kegunaan dan manfaat dari kegiatan LLIP :

Perbaikan perkandangan, untuk menjamin kesehatan ternak kerbau, mudah mengendalikan hama dan penyakit, mudah mengelola limbah ternak (kotoran dan urine).

Kebun pakan; sebagai stok pakan yang diberikan pada sore atau malam hari setelah kerbau kembali kekandang, serta diberikan saat musim kemarau melalui tehnik silase.

Instalasi Bio gas dan Bio urine :

  1. Bio gas dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk memasak . Melalui tehnik pemidahan gas dari Digester ke ban dalam mobil, ibu2 rumah tangga dapat memanfaatkannya  untuk memasak dirumah masing2. Kegiatan ini membatu pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap gas tak terbarukan (elpiji) ke gas terbarukan melalui pengelolahan limbah/kotoran ternak.
  2. Limbah padat yang keluar dari Digester dapat dijadikan sebagai pupuk organik padat, yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk  untuk usahatani tanaman (padi, palawija atau sayuran).
  3. Limbah cair melaui tehnik airasi sederhana untuk menghilangkan kandungan amoniak dapat dijadikan sebagai pupuk cair (Bio urine). Bio urine, dimanfaatkan sebagai pupuk daun yang dapat diaplikasikan ke pertanaman padi, palawija, tanaman sayuran atau hortikultura. Penggunaan pupuk organik padat dan pupuk cair (Bio urine) pada pertanaman dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia per hektarnya, serta ramah lingkungan.

Insiminasi Buatan (IB); untuk meningkatkan kualitas pedet yang dilahirkan, pedet menjadi lebih sehat dan cepat berkembang guna meningkatkan populasi ternak kerbau sebagai komoditas unggulan  (icon) provinsi Banten.