JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita Utama

 

Pada hari Selasa tanggal 18 Agustus 2015, Balai Besar Penelitian Veteriner menerima kunjungan Tim Identifikasi dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Belanda, maksud dari kunjungan untuk melakukan identifikasi terhadap kebutuhan pelaksanaan kegiatan kerjasama mengenai Technical Assistance In reducing Antibiotic use: Development and Implementation of a stepwise Approach on Antimicrobial Resistance Control Program in Indonesia.

 

Kegiatan kerjasama bertujuan untuk meningkatkan aspek keamanan pangan.

 

Kegiatan kerjasama dengan pemerintah Belanda tidak hanya melibatkan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan tetapi juga melibatkan instansi terkait lainnya.

 

Kunjungan Tim diterima oleh Kepala Seksi Kerjasama dengan didampingi Ketua Kelti Bakteriologi, pertemuan dilakukan dengan diskusi untuk menyusun lebih detail kegiatan agar tepat sasaran.

Pameran karya inovasi Iptek, Research, Innovation and Technology Exhibition (Ritech Expo) 2015 digelar di lapangan D, Parkir Timur Senayan, Jakarta, dari tanggal 7-10 Agustus 2015. Pameran Ritech Expo 2015 merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) ke-20, yang jatuh pada Tanggal 10 Agustus 2015. Pameran yang diprakarsai oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ini diselenggarakan sebagai upaya untuk mendorong peningkatan pemanfaatan hasil-hasil inovasi untuk peningkatan daya saing industri, membantu menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat dan membangkitkan budaya inovasi di kalangan masyarakat.

Hakteknaske-20 kali ini mengusung tema “Inovasi Iptek untuk Daya Saing Bangsa (Sub tema: Pangan, Energi dan Maritim)” yang pada dasarnya menggaris bawahi peran iptek sebagai salah satu komponen penentu daya saing bangsa. Pameran Ritech Expo 2015 menurut Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemristekdikti, Muhammad Dimyati yang juga Ketua Umum Peringatan Hakteknas ke-20 diikuti  110 stand dari 83 institusi, yang meliputi sektor pangan, maritim, energi, dan campuran. Hasil inovasi yang dipamerkan sudah di level tujuh ke atas (prototipe).

Menristekdikti ketika membuka acara Pameran karya inovasi Iptek, Research, Innovation and Technology Exhibition (Ritech Expo) 2015

Stand PUI

 

Kunjungan Menristekdikti ke stand pameran

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir membuka secara resmi pameran "Ritech Expo 2015" pada hari jumat tanggal 7 Agustus 2015 di Lapangan D, Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta. Dalam sambutannya, Menristekdikti mengatakan, pameran Ritech Expo ini menunjukkan kepada Indonesia bahwa anak bangsa telah menghasilkan inovasi dan temuan-temuan yang bermanfaat bagi negara. Hasil inovasi ini perlu dan penting sekali untuk dihilirisasi dan komersialisasi pada dunia usaha.

Menristekdikti mengingatkan, jika teknologi suatu bangsa tidak maju, maka martabat bangsa pun tidak akan maju. Menteri berharap pameran teknologi semacam ini mampu membangkitkan riset dan teknologi anak bangsa, terutama di bidang industri penerbangan dan tahun depan diharapkan menjadi tahun kebangkitan dirgantara Indonesia.

Pameran sarat edukasi ini digelar secara gratis bagi siapa saja yang ingin menghadiri. Tidak hanya pameran, Ritech Expo 2015 juga diisi dengan acara talkshow dan workshop tentang teknologi-teknologi berbagai bidang.

Balai Besar Penelitian Veteriner sebagai salah satu yang masuk dalam pembinaan untuk menjadi Pusat Unggulan Iptek (PUI) ikut berpartisipasi dalam pameran tersebut yang tergabung dalam kelompok Pusat Unggulan IPTEK Kemenristekdikti.

Inovasi hasil-hasil penelitian bidang Veteriner ditampilkan dalam bentuk poster, brosur dan prototipe produk-produk, yaitu:

1.  Brosur                   :

- Teknologi diagnose: FelisaVet, Metode deret warna untuk deteksi paraquat, Kit ELISA Aflatoksin, Kit Fumolisa, metode deteksi rabies dRIT

-  Obat herbal Skabies dari ekstrak daun gamal dan obat cacing nematofagus

-  Vaksin IBR (RhinoVet), Vaksin inaktif bivalen AI, vaksin inaktif bivalen (IBR dan PI3) dan vaksin ND G7

2.   Poster                    : Vaksin IBR, Kit Aflatkosin, FeliSavet

3.   Prototipe produk   : Kit FelisaVet, Kit Fumolisa, Kit ELISA Aflatoksin, Kit metode deret warna untuk deteksi paraquat, obat skabies dari ekstrak daun gamal, obat cacing nematofagus, vaksin IBR (RhinoVet), vaksin inaktif bivalen AI dan vaksin inaktif bivalen (IBR dan PI3) serta antigen (ND, AI, Pullorum, Brucella, Fasciola, Toxoplasma, Mycoplasma)

Pendaftaran Uji Profisiensi BBLitvet

 


Pelelangan Prakualifikasi Pekerjaan Jasa Konsultansi Perencanaan Renovasi Atap dan Plafon Laboratorium Bakteriologi Balai Besar Penelitian Veteriner

 

Sustainable Management of Agricultural Research and Technology Dissemination (SMARTD)

Loan IBRD No. 8188-ID

PENGUMUMAN

Undangan untuk Memasukkan Pernyataan Berminat

(Request for Expressions of Interest)

Nomor : 13/PAN/PBJ/08/2015

  1. Nama Pekerjaan: Planning Roof and ceiling Renovation Phase I  on Bacteriological Laboratory of Indonesia Research Central for Veterinary Science,  Bogor
  2. Pemerintah Republik Indonesia telah menerima bantuan dana berupa pinjaman dari International Bank for Reconstruction and Development (IBRD)/World Bank (WB) untuk membiayai Sustainable Management of Agricultural Research and Technology Dissemination (SMARTD) Project dan bermaksud untuk menggunakan sebagian dari dana pinjaman tersebut untuk membiayai Paket Kontrak Layanan Jasa Konsultan Perencanaan  Renovasi Atap dan Flapon Gedung Laboratorium Bakteriologi Tahap l Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor
  3. Layanan jasa konsultan tersebut meliputi: (1) Melakukan perencanaan Renovasi Atap dan Flapon Gedung Laboratorium Bakteriologi Tahap l pada Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor; (2) Membuat perkiraan Biaya (RAB); (3) Membuat Laporan akhir perencanaan; (4) Menyusun dokumen pelelangan. Jangka waktu pelaksanaan yang diinginkan adalah 50 hari kalender sejak kontrak ditandatangani.
  4. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian mengundang perusahaan konsultan yang berpengalaman di bidang desain konstruksi yang memenuhi syarat untuk memasukkan pernyataan berminat untuk memberikan layanan jasa konsultansi. Perusahaan konsultan yang berminat harus memberikan informasi yang mendukung bahwa perusahaan konsultan yang bersangkutan memenuhi syarat untuk menjalankan layanan jasa tersebut.  Kriteria dalam penyusunan daftar pendek konsultan (short-list) adalah: (1) Mempunyai pengalaman minimal 5 tahun dalam merencanakan pembangunan infrastruktur Laboratorium ; (2) Mampu menyediakan tenaga ahli yang dibutuhkan; (3) Lebih diutamakan yang mempunyai pengalaman dalam merancang pembangunan /Renovasi Laboratorium. Nilai HPS pekerjaan ini sebesar Rp. 100.750.000,- ( Seratus Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah )
  5. Perusahaan Konsultan dapat berasosiasi satu sama lain dalam bentuk joint venture atau sub konsultan untuk meningkatkan kualifikasi mereka.
  6. Pemilihan Konsultan akan menggunakan metode Consultants’ Qualifications Selection (CQS) sesuai yang ditetapkan dalam Pedoman Konsultan Bank Dunia (Guidelines: Selection and Employment of Consultants by World Bank Borrowers) edisi January 2011.

 

Informasi lebih lanjut bagi yang berminat dapat menghubungi:

Pokja Pengadaan Barang dan Jasa Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor

Jl. RE. Martadinata 30 Bogor. 16114,

Telp  : [0251] 8331048, 8334456,

Fax    : [0251] 8336425

E-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Pernyataan minat untuk menjadi konsultan  dan dokumen kualifikasi harus disampaikan dalam bentuk tertulis ke alamat di bawah ini (secara langsung, email, atau melalui pos) paling lambat diterima oleh Pokja ULP tanggal 14 Agustus 2015 jam 14:00 WIB

Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor

Keberadaan Asam Oksalat Dalam Buah Belimbing (Averrhoa Carambola)

Cukup Berbahaya Terutama Bagi Penderita Kelainan Ginjal

Buah belimbing (Averrhoa carambola),termasuk family Oxalidaceae dan dikenal dengan nama star fruit karena jika dipotong akan berbentuk bintang (penampang). Buah belimbing sudah umum dikonsumsi dan digunakan sebagai herbal terutama untuk  menurunkan tekanan darah tinggi dan  kolesterol.

Keberadaan racun oksalat dalam buah belimbing

Walaupun buah belimbing banyak digunakan sebagai herbal dalam pengobatan penyakit darah tinggi dan kolesterol tetapi disisi lain ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum dikonsumsi, yaitu:

 

  • adanya racun asam oksalat yang cukup tinggi.
  • asam oksalat ini merupakan salah satu asam organik yang paling kuat (10.000 kali lebih kuat dari asam asetat)
  • dalam tanaman ada 2 bentuk asam oksalat, yaitu potasium oksalat yang dihubungkan dengan getahnya mempunyai p.H sekitar 2 , sebagai karakteristik dari tanaman family Oxalidaceae. Bentuk kedua, yaitu sodium oksalat yang dihubungkan dengan getahnya mempunyai p.H sekitar 6, sebagai karakteristik  dari family Chenopodeceae.
  • belimbing masuk dalam family Oxalidaceae, dengan pH sekitar 2 yang menunjukkan sangat asam sehingga dapat menyebabkan pelepuhan dinding lambung apabila mengkonsumsi berlebihan (terus menerus), disamping merusak ginjal bagi penderita kelainan ginjal.
  • belimbing yang dipanen pada musim kemarau lebih berbahaya dibandingkan dengan yang dipanen pada musim hujan, karena musim kemarau kandungan air rendah yang akan menaikkan konsentrasi oksalat
  • tingkat kandungan oksalat dalam buah belimbing, selain musim juga dipengaruhi oleh kondisi tanah (pupuk), kondisi pertumbuhan dan kemasakan tanaman (umur tanaman), maka ada buah belimbing yang mengandung oksalat dengan konsentrasi rendah atau konsentrasi tinggi.

 

Sementara bentuk sintetiknya banyak digunakan dalam industri sebagai larutan pembersih, seperti untuk menghilangkan warna asal cat, karat pada kaleng, aluminium dan warna  tinta.

EFEK MENGKONSUMSI BUAH BELIMBING (OKSALAT TINGGI) PADA  PASEN PENDERITA GINJAL

Beberapa efek setelah mengkonsumsi buah belimbing:

 

  • kandungan asam oksalat tinggi dapat mengikat calcium (Ca) dalam tubuh, kemudian membentuk calcium- oxalate dalam ginjal yaitu berupa batu ginjal.
  • akan memperbesar ukuran batu bagi penderita kencing batu (urolitiasis) yang sudah ada sehingga menimbulkan rasa sakit di pinggang.
  • makanan yang mengandung oksalat tinggi dicampur dengan makanan yang  mengandung calcium (Ca) tinggi, seperti susu, keju dan yogurt maka Ca akan mengikat oksalat dan membentuk Ca- oksalat yang dapat membantu mengurangi penyerapan oksalat sehingga mengurangi risiko pembentukan batu ginjal. Tetapi dalam hal ini Ca harus tetap memadai atau yang terpenting keseimbangan nutrisi dalam makanan karena kemungkinan Ca tinggi (berlebihan) akan lebih besar terjadi pengikatan dan menaikkan risiko batu ginjal.
  • bagi orang yang mudah berpengaruh terhadap pembentukan batu ginjal (Ca-oksalat) dengan sendirinya orang ini harus bisa membatasi untuk mengkonsumsi makanan oksalat tinggi.
  • bagi orang yang mempunyai fungsi ginjal normal umumnya dapat mentoleran makanan yang mengandung oksalat tinggi.
  • asam oksalat bersifat racun atau akan menyebabkan keracunan apabila mengkonsumsinya dalam jumlah banyak (terus menerus).
  • selain adanya asam oksalat juga disinyalir adanya zat neurotoksik, yaitu caramboxin dalam buah belimbing yang akan timbul gejalanya pasca mengkonsumsinya. Gejalanya yang terlihat, sepertii gangguan neurologis, yaitu cegukan, muntah, gangguan kesadaran. (kacau, bingung) dan kejang-kejang kemudian akhirnya meninggal meskipun sudah diberikan pengobatan suportif dan hemodialisis.
  • Gejala neurotoksin yang timbul pada setiap pasien akan berbeda akibat tiap individu mempunyai respon biologis berbeda dan tergantung pada usia penderita, kemampuan pembuangan racun (ekskresi) melalui aliran darah dan jumlah toksin setiap buah berbeda  dengan adanya subspesies belimbing,


MACAM PERLAKUAN YANG DAPAT MENURUNKAN KANDUNGAN ASAM OKSALAT

 

Ada beberapa jenis makanan selain buah belimbing yang mengandung oksalat  dan umumnya sudah biasa dikonsumsi seperti parsley, chives, purslane, cassava, amaranth, bayam dan jenis makanan yang mengandung oksalat lainnya, tetapi tiap jenis makanan tersebut tidak menyebabkan efek yang sama seperti efek mengkonsumsi buah belimbing karena ada beberapa perlakuan sebelum dikonsumsi.

Beberapa perlakuan yang dapat menurunkan kandungan asam oksalat:

 

  • cara pendidihan pada jenis sayuran (air pendidihan dibuang) sebelum dikonsumsi sehingga tidak menyebabkan keracunan.
  • cara pengukusan pada jenis sayuran juga akan menyebabkan penurunan oksalat.

 

Sebagai contoh grafik perbandingan penurunan oksalat antara perlakuan pendidihan (boiled) dan pengukusan (steamed) dalam macam sayuran, seperti tertera dibawah ini.

Berdasarkan grafik di atas membuktikan bahwa perlakuan pendidihan jauh lebih tinggi penurunan oksalatnya.dibandingkan dengan cara pengukusan, seperti pada sayuran beet, broccoli, wortel (carrots), bayam (spinach) dan Swiss Chard.