JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita Utama

Pada tanggal 25 Januari 2014 di Hotel Le Meridien, Jakarta diselenggarakan Workshop Nasional Inisiatif Kebijakan untuk Kejayaan Pertanian Indonesia. Workshop dibuka secara resmi oleh Menteri Pertanian (Dr. Suswono, MMA), dan  dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian, Deputi Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP-PPP), Staf Khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Pertanian RI, para Kepala BPTP, Perwakilan dari Kementerian PU, BUMN, ESDM, Bappenas, Perguruan Tinggi, serta Peneliti/Penyuluh/Perekayasa dan Staf Kementerian Pertanian RI. Menteri pertanian memberikan arahan tantangan dan target yang harus dicapai Kementrian Pertanian RI dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat sehingga konsumsi bahan panganpun semakin meningkat. Komoditas utama Nasional Kemtan meliputi: beras, jagung, kedelai, daging sapi, tebu, bawang merah dan cabai. Kemtan dituntut untuk dapat menyusun kebijakan dan perencanaan pembangunan pertanian yang rasional, komprehensif, integratif, sistemik dan bersifat kuantitatif, sehingga melalui Badan Litbangtan membangun system dinamic untuk penyusunan rekomendasi kebijakan pertanian.

Narasumber dalam workshop tersebut berasal dari lingkup Kementerian Pertanian, Staf Khusus Presiden, Asisten ahli ketua UKP-PPP dan perguruan tinggi (IPB, ITB dan Unpad). Strategi Induk Pembangunan Pertanian  (SIPP) 2013-2045 harus mengarah pada bioindustri. Pembangunan pertanian berbasis bioindustri merupakan sebuah tuntutan yang diharapkan dapat diwujudkan dan sebaiknya menerapkan konsep zero waste management sehingga semua produk sampai limbah dapat termanfaatkan dengan baik. Pengembangan kebijakan pertanian di Indonesia memiliki tantangan dengan keberagaman alam dan budaya, koordinasi antar instansi pemerintah, hambatan transformasi from Science to Policy sehingga perlu menerapkan sistem permodelan dinamika (system dinamic).

Pembanguan pertanian Indonesia sebaiknya  lebih mengoptimalisasi sumber daya pertanian menuju pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan lestari. Pengembangan bioenergi juga berpotensi di Indonesia dengan komoditas potensial penghasil bioenergi yang cukup beragam di Indonesia ( kemiri sunan, jarak pagar, kelapa sawit, kelapa, tebu, bintaro, sagu, aren, nipah dan lain-lain). Program diversifikasi pangan yang bergizi dengan memanfaatkan dan mengembangkan suatu bahan pangan sehingga penyediaannya semakin beragam juga sedang dikembangkan, karena Indonesia memiliki beragam jenis sumber pangan untuk mendukung kedaulatan pangan Nasional. Pembangunan nasional dapat terwujud apabila terjalin sinergitas di pusat antar kementerian dan lembaga, integrasi dengan pemerintahan daerah (otonomi daerah) sehingga dapat menampung aspirasi dari bawah, lebih lanjut disinergikan dengan kebutuhan masyarakat khususnya petani pedesaan di level mikro, dengan mencermati kondisi, potensi, kearifan sumber daya lokal yang dapat mendukung implementasi Kebijakan Pembangunan Nasional di Indonesia.

Dalam rangka pengembangan program bioindustri Badan Litbang Pertanian mendukung Strategi Induk Pembangunan Pertanian (SIPP) diadakan acara kunjungan kerja Kepala Badan Litbang Pertanian beserta Staf Ahli, Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Pertanian ke Kebun Percobaan  Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), Pakuwon Sukabumi dan Kebun Percobaan Manoko Lembang pada tanggal 23-24 Januari 2014. Kepala BBLitvet beserta 5 orang peneliti turut hadir dalam acara tersebut.

Pada kegiatan tersebut para peserta mengunjungi kebun percobaan Balittri Pakuwon Sukabumi dengan berbagai tanaman yang meliputi: kakau,kopi,kemiri sunan(tanaman penghasil bahan bakar nabati), serai wangi dan lain-lain serta terdapat integrasi kambing-kakau, dengan memanfaatkan limbah kulit coklat menjadi pakan ternak kambing dan kotoran ternak menjadi pupuk tanaman. Peserta juga dapat melihat pengolahan kakau, kopi serta pengolahan kemiri sunan menjadi bahan bakar nabati, briket dan pupuk hayati.

 

Kegiatan dilanjutkan ke kebun percobaan (KP) Manoko di Lembang. KP Manoko merupakan salah satu KP yang berada dibawah koordinasi  Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro). Peserta melihat langsung kondisi Kebun Percobaan Manoko dengan berbagai tanaman: serai wangi, tanaman obat-obatan dan aromaterapi serta peternakan sapi yang diintegrasikan dengan serai wangi. Kebun Percobaan Manoko memiliki pengolahan serai wangi. Tanaman serai wangi menghasilkan minyak atsiri yang digunakan dalam industri parfum, pewangi berbagai produk, kosmetik, pestisida nabati dan bioaditif bahan bakar minyak. Serai wangi juga sudah dimanfaatkan sebagai bahan bakar nabati yang dapat mendukung program pembangunan bioindustri. Limbah penyulingan serai wangi digunakan sebagai pakan ternak, serta kotoran ternak dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman dan biogas sehingga memungkinkan pengembangan dengan konsep zero waste management. Model bioindustri di KP Manoko terlaksana melalui mekanisme pembiayaan non APBN.

 

Pada kegiatan kunjungan kerja juga dilakukan diskusi Kepala Badan Litbangtan, Staf Ahli, Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Pertanian dengan para peserta. Kepala Badan Litbangtan menyampaikan bahwa Litbangtan siap mendeliver inovasi dan teknologi serta disampaikan bahwa pertanian harus dikarakterisasi dengan: bioscience, teknologi dan inovasi, serta aplikasi IT bidang pertanian. Staf Ahli Menteri Pertanian mengemukakan tentang pembaharuan dalam perspektif sistem pertanian-bioindustri berkelanjutan yang meliputi: 1) Usaha pertanian berbasis ekonomi intensif (diversifikasi spasial dan temporal, integrasi tanaman-ternak-ikan), 2) pengolahan seluruh hasil pertanian dalam konsep biomassa-biorefinery, 3) Integrasi usaha pertanian-biodigester-biorefinery. Dalam diskusi disampaikan bahwa hasil penelitian dan teknologi sebaiknya sampai ke petani, konsep zero waste management lebih ditingkatkan dengan memanfaatkan multiproduk, usaha yang dilakukan petani sebaiknya berkelompok, perlu dipikirkan mengenai pemasaran ditingkat petani dan diseminasi sebaiknya lebih gencar dilakukan baik kepada penentu kebijakan maupun kepada masyarakat petani pedesaan untuk peningkatan dan perluasan ekonomi pedesaan dan Strategi Induk Pembangunan Pertanian (SIPP) dapat terwujud secara meluas sampai dengan kalangan petani. Bioindustri sebaiknya terus digali potensinya sehingga pemanfaatannya dapat lebih maksimal.

 

Pada hari Kamis tanggal 17 Januari 2014 Balai Besar Penelitian Veteriner telah menerima Kunjungan Tim Biosecurity Engagement Program (BEP) dari Kedutaan Besar Amerika sebanyak 5 orang yaitu : (1) Ms. Halley Smith, (2) Mr. Brett Goode, (3) Mr. Gordon, (4) Ms. Wahyuni dan (5) Ms. Henny, diterima oleh Biosafety Officer yaitu : Drh. Indrawati Sendow, M.Sc, Yudi Setiawan, Wawan Gunawan, dan personal KSPHP : Chaerunisa Syafitrie, Yeni. Pertemuan membahas tentang pelaksanaan penunjang biosafety dan biosecurity di BBLitvet, secara umum BBLitvet mempunyai komitment untuk meningkatkan biosafety dan biosecurity antara lain melalui (1) pelatihan TOT BSC kepada teknisi lingkup BBLitvet, (2) kalibrasi BSC di semua Laboratorium di BBLitvet, (3) pengusulan up grade  BSC sebanyak 10 buah dan fume hood, (4) perbaikan gate depan, dan (5) peningkatan partisipasi pada training biosafety dan biosecurity oleh peneliti, manajemen dan teknisi BBLitvet

Diharapkan Kerjasama dengan BEP dapat dilaksanakan dalam bentuk peningkatan SDM BBLitvet dalam aspek biosafety, selanjutnya pihak BEP telah menginventarisir untuk training bagi personal BBLitvet yang telah diusulkan, pada kunjungan dan pertemuan sebelumnya dengan Tim BEP. Secara umum usulan training dapat kemungkinan di fasilitasi oleh BEP, namun belum sampai dengan detail kegiatan training.

Tim melakukan kunjungan langsung ke Laboratorium BSL 3 Moduler dan Zoonosis, dilanjutkan diskusi dengan Drh. Indrawati Sendow (sebagai penanggung jawab BSL 3) mengenai pelaksanaan kegiatan di BSL 3 dan assessment biosafety BSL 3, pada dasarnya aspek biosafety di BSL Moduler dan Zoonosis telah cukup aman dan mengikuti aspek aspek biosafety walaupun dengan berbagai cara modifikasi.

 

Diskusi dengan Tim BEP

 

Kunjungan Laboratorium BSL 3

 

Pada tanggal 21 Januari 2014 bertempat di Ruang Senat Akademik Fakultas Kedoktoran Universitas Indonesia Jalan Salemba Raya No.6 Jakarta, telah dilaksanakan ujian terbuka pencapaian gelar Doktor pada program studi Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran UI peneliti BBLitvet Drh. Susan Maphilindawati Noor, MVSC dengan judul disertasi : Karakterisasi Mokuler Brucella abortus untuk Pengembangan Metode Diagnostik Loop-mediated Isotermal Aplication Brucellosis dengan promotor Prof dr. Pratiwi Pujilestari Sudarmono, Ph.D., Sp.MK (K).

Ringkasan Disertasi :

Nama                 : Susan Maphilindawati Noor
Program Studi     : Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran UI
Judul                  : Karakterisasi Mokuler Brucella abortus untuk Pengembangan Metode Diagnostik Loop-mediated Isotermal Aplication Brucellosis

Latar Belakang  : Brucellosis pada sapi di Indonesia merupakan salah satu penyakit hewan menular strategis (PHMS) yang harus dikendalikan karena mengakibatkan abortus, gangguan reproduksi dan turunnya produksi susu dengan kerugian ekonomi mencapai Rp 138,5 milyar per tahun.  Penanggulangan penyakit telah dilakukan melalui uji dan pemotongan reaktor brucellosiss serta program vaksinasi namun angka prevalansi penyakit masih tinggi (>2%).  Diagnostik brucellosis sapi di Indonesia masih menggunakan metode konvensional yaitu uji serologi  dengan biakan bakteri yang mempunyai keterbatasan dalam hal sensitifitas dan spesifitas.  Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari karakter mokuler isolat
lokal B.abortus untuk pengembangan metode diagnostic mokuler Loop-mediated Isotermal Aplication (LAMP).

Metode            : Sebanyak 50 isolat lokal B. abortus asal Jakarta, Bandung, Maros, Belu dan Kupang digunakan pada penelitian ini. Semua isolat B. abortus tersebut diidentifikasi dengan metode konvensional (uji biokimia) dan mokuler (PCR).  Untuk identifikasi strain spesifik B. abortus yang menginfeksi ternak sapi di Indonesia dilakukan determinasi menggunakan metode
multipleks BaSS PCR.  Sekuensing gen isolate lokal B. abortus dikerjakan dengan target gen 16S rRNA untuk mempelajari kekerabatan genotip dengan beberapa species Brucella yang
ada di GenBank serta untuk desain primer set yang sensitive dan spesifik untuk pengembangan metode diagnostic molekuler LAMP brucellosis.

Hasil                : Hasil penelitian menunjukan bahwa isolate lokal B.abortus yang dominan menginfeksi ternak sapi di beberapa wilayah endemis brucellosis di Indonesia adalah isolat B.abortus biovar1 dan semua isolat B.abortus tersebut adalah strain lapang bukan strain vaksin. Properti whole genome isolat lokal B. abortus mempunyai kemiripan dengan properti whole genome B. abortus biovar 1 9-941 dan B. abortus menunjukkan tingkat similaritas skuen mencapai 99%. Prototipe metode LAMP-Brucella menggunakan primer set LAMP yang di desain skuen nukleotida  hasil skuensing isolate lokal B. abortus dapat digunakan untuk deteksi cepat Brucella pada sampel susu.

 

 

Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet) pada tanggal 9 Januari 2014 telah menerima kunjungan 40 orang mahasiswa Analisis Kesehatan dari Politeknik Kesehatan Jakarta III, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Poltekkes Kemenkes Jakarta III). Kunjungan  ini telah diagendakan rutin terutama dilakukan oleh para mahasiswa Poltekkes semester I. Tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk mengetahui proses kegiatan yang ada di Balai Besar Penelitian Veteriner berkaitan dengan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).


Kunjungan diterima oleh Kepala Seksi PHP ( Dr. drh Bambang Ngaji Utomo, MSc. ) mewakili Ka BB Litvet, dengan penyajian persentasi profil BBLitvet. Acara kemudian dilanjutkan kunjungan ke BSL 3 untuk melihat operasional lab dan pengelolaan limbahnya yang dipandu oleh drh. Indrawati Sendow, MSc.

Â