JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita Utama

 

Untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tentang bioweapon dan bioterorism, Badan Intelejen Strategis Nasional - Tentara Nasional Indonesia (BAIS - TNI) melakukan bimbingan teknis (bimtek) bioterorisme untuk siswa Suspa Intelijen Medis bertempat di aula lantai 2 Balai Besar Penelitian Veteriner, tanggal 1 Oktober 2019.

Acara Bimbingan Teknis Bioterorisme Intelejen Strategis TNI dibuka oleh Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si.

Materi bimtek disampaikan oleh para narasumber yang ahli dibidang bioweapon dan bioterorisme Balai Besar Penelitian Veteriner, diantaranya ialah:

1. Dr. drh. RM Abdul Adjid, dengan materi mengenai Sejarah Senjata Biologi, Agen Biologi Yang Berpotensi Sebagai Senjata Biologi.

2. drh. Indrawati Sendow, M.Sc. dengan materi mengenai Penanganan Mikroorganisme Yang Berpotensi Bioterorisme.

3. Dr. drh. Rahmat Setya Adji, M.Si. dengan materi mengenai Penanganan Antraks.

Para peserta berjumlah 25 siswa yang terdiri dari 14 orang TNI AD, 9 orang TNI AL, 2 orang TNI dan di dampingi 2 instruktur yaitu Kapten Bambang Irwansyah dan Letnan Asep Andriana.

 

 

Head of Animal Production and Health Laboratory (APHL),The Internasional Atomic Energy Agency (IAEA), Dr. Giovanni Catolli, melakukan kunjungan kerja di BBLivet dalam rangka menindaklanjuti African Asia Vet Lab Directors Meeting yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 di Vienna.

Kunjungan tersebut merupakan dukungan dari IAEA untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas BBLitvet sebagai focal point vet lab networking, lembaga Riset dan Laboratorium referensi penyakit hewan di Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut Dr. Giovanni Catolli memberikan mini lecture, focus riset yang dikerjakan di IAEA, diskusi intensif dengan para peneliti dan onsite lab visit.

 

 

 

 

Salah satu unit kerja Badan Litbang Pertanian yaitu Balai Besar Penelitian Veteriner telah diusulkan untuk mengikuti penilaian WBK Nasional. Pada penilaian ini ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan untuk mencapai penilaian reformasi birokrasi, seperti evaluasi penilaian komponen yang telah dilakukan oleh BPS sebagai perwakilan dari Kementerian PanRB. Pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 10 September 2019 di BB Litvet. Evaluasi dilaksanakan melalui wawancara dari pihak BPS kepada pelaksana unit kerja mengenai pelayanan publik BB Litvet yang dipaparkan oleh Dr. drh. Bambang Ngaji Utomo, M.Sc (Kabid KSPHP) beserta jajarannya.

Kemudian dilanjutkan dengan  menilai secara langsung pelaksanaan pelayanan publik di lokasi Pelayanan Pengunjung, Pelayanan Perpustakaan dan Unit Pelayanan Diagnostik BB Litvet.

                

 

 

 

International Livestock and Dairy Expo (ILDEX) 2019, "The 4th Edition of International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exposition", dilaksanakan pada tanggal 18-20 September 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Jakarta.

Dalam pembukaan ILDEX 2019, Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia memberikan penghargaan INPOVA Awards kepada Scientist dari BBLitvet yaitu Dr. Drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si sebagai 1st Winner Veterinary Poultry Scientist setelah melalui proses penjurian yang ketat oleh Para Ahli dalam berbagai bidang dan berhasil menyisihkan 4 kandidat scientist lainnya.

Dalam ILDEX 2019, BBLitvet turut berpartisipasi dalam kegiatan pameran dan seminar yang dihadiri 97 pembicara Internasional dari 25 negara. Dalam kegiatan Seminar Nasional tersebut, Dr. Drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si menjadi salah satu pembicara dengan tema "Strategi Penelitian, Pengembangan dan Pengendalian Penyakit Unggas Terkini di Indonesia" di ruang Kalimaya 3. Dalam seminar tersebut beliau menjelaskan berbagai inovasi dan teknologi veteriner yang dimiliki BBLitvet, diantaranya Kit DIVA M2e, siRNA dan berbagai inovasi teknologi lainnya.

 

Program Obor Pangan Lestari (OPAL) ditujukan untuk memenuhi sumber penyedia pangan khususnya bagi rumah tangga serta pembelajaran bagi masyarakat untuk dapat memanfaatkan secara baik pekarangan disekitarnya dengan menanam tanaman buah dan sayuran". Pemanfaatan pekarangan sangat penting dilakukan bagi setiap rumah tangga, karena dapat menyediakan bahan pangan yang sehat dan tentunya bergizi. Selain itu hasil panen yang berlebih dapat dijual sehingga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Kepala Balai Besar Peneitian Veteriner bersama dengan staf melakukan panen tanaman sayur dan buah di lokasi percontohan pelaksanaan program Obor Pangan Lestari (OPAL) di lahan BBLitvet. Program OPAL di BB Litvet dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang ada di setiap kelompok penelitian serta kebun percobaan Cimanglid berupa tanaman sayuran dan buah-buahan, memelihara ayam kampung serta kolam ikan.

Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi percontohan bagi masyarakat di sekitar BBLitvet, sehingga setiap rumah tangga memiliki kebun pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan.