JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita Utama

 

Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan pada tanggal 26 s.d. 29 Agustus 2019 menyelenggarakan “Workshop Laboratorium Dalam Penguatan Surveilans Zoonosis” bertempat di Novotel Tangerang. Pada acara Dr. drh. SUSAN MAPHILINDAWATI NOOR, M.V.Sc.  menjadi salah satu narasumber dari Balai Besar Penelitian Veteriner.

Workshop ini membahas  tentang Surveilans Brucellosis, Leptospirosis dan Rickettsia pada manusia. Indonesia menyatakan prioritasnya terhadap 25 penyakit hewan menular yang tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 4026/Kpts/OT.140/4/2013. Dari daftar prioritas penyakit hewan menular tersebut terdapat dua jenis penyakit yang menjadi perhatian khusus dalam workshop tersebut yaitu Brucellosis Abortus dan Leptospirosis.

 

 

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) kembali menggelar pameran produk dan teknologi inovasi  pertanian Agro Inovasi Fair 2019 dengan tema “Bumikan Hasil Riset Inovasi Balitbangtan Melalui Kerjasama Alih Teknologi”, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Dr. Ir. Fadjry Djufry, MSi.

Pada pameran Agro Inovasi Fair (AIF) 2019 tersebut Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet) kembali terlibat dengan memamerkan hasil teknologi inovasi di bidang kesehatan hewan.

Dalam kunjungannya ke stand pameran BB Litvet, Kepala Balitbangtan Dr. Ir. Fadjry Djufry, MSi., mendapatkan penjelasan dari  Dr. drh. Bambang Ngaji Utomo, M.Sc. mengenai inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh BB Litvet,  diantaranya  adalah LEPTO ELISA LipL32, yaitu kit deteksi penyakit Leptospirosis pada sapi berbasis IgM dan IgG. Selain itu juga dijelaskan mengenai inovasi teknologi kesehatan hewan lainnya, yaitu: Vaksin Bifalen Avian Influenza (AI) H5N1, Vaksin ETEC+VTEC Isolat Lokal Polivalen Inaktif untuk Sapi,  Vaksin Newcastle Disease (ND) GTT/11, Pengobatan Skabies dengan Daun Gamal pada Kambing dan Domba, AvInDig (Avian Influenza Digital), TAKESI (Teknologi Android Kesehatan Sapi), dan lain-lain.

Acara yang berlangsung dari tanggal 24 s.d. 25 Agustus 2019 tersebut bertempat di Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian, Bogor, dihadiri oleh kepala UK dan UPT Lingkup Badan Litbang Pertanian dan diikuti oleh para pelaku industri agribisnis.

   

                                                                            

 

 

Sinergi hilirisasi hasil penelitian Balitbangtan Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet) dengan Pusat Aplikasi Isotopdan Radiasi Badan Tenaga Atom (PAIR-BATAN) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam meningkatkan produktivitas ternak, akan diaplikasikan sesuai kebutuhan dalam pengembangan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Kepala BBLitvet Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si , Kepala Pusat Aplikasi Isotop & Radiasi / PAIR-BATAN Totti Tjiptosumirat, M.Rur.Sci., beserta ketua Project IAEA TC INS5042 Prof. Dr. Muladno mendampingi Expert Mission IAEA Dr. Victor Montenegro dalam kunjungannya di SPR Maju Bersama Kedungadem, Sidorejo, Bojonegoro.

Para peternak yg tergabung dalam SPR mengharapkan dapat mengimplementasikan produk inovasi BBLitvet dan bimtek kesehatan hewan bagi anggotanya untuk meningkatkan produktivitas ternak serta pendapatan bagi peternak.

Dilanjutkan Wrap up Meeting di hotel Bumi Surabaya untuk menyusun rencana aksi kolaborasi riset dan hilirisasi teknologi dan inovasi ketiga institusi Balitbangtan BB Litvet, IPB, dan PAIR -BATAN didukung oleh IAEA project

Sejak dianugerahnya BB Litvet dengan Akreditasi KNAPPP 02:2017 pada akhir tahun 2018 yang lalu oleh Kemenristek Dikti, maka selama 2 hari ini pada tanggal 19 dan 20 Agustus 2019 telah dilakukan asesmen surveilans Pranata Litbang BB Litvet oleh 3 orang asesor yang ditunjuk oleh Sekretariat KNAPPP.

Hasil asesmen menyatakan bahwa BB Litvet dapat meneruskan/melanjutkan akreditasi KNAPPP-nya dengan beberapa perbaikan dari ketidak-sesuaian minor yang ditemukan.

BB Litvet telah melaksanakan kegiatan Penelititan dan Pengembangan sesuai dengan prosedur–prosedur standar yang ditetapkan. Namun kelemahan yang muncul selama pelaksanaan kegiatan tersebut adalah masih lemahnya pencatatan/dokumentasi hasil dari kegiatan terkait dengan Penelitian dan Pengembangan baik dokumen hasil rapat, pertemuan dan sosialisasi.

Sekali lagi diucapkan selamat dan terima kasih kepada Kepala Balai Besar, Seluruh Pejabat Struktural, Peneliti, Teknisi dan Staf lain yang telah mendukung untuk mempertahankan akreditasi KNAPPP Balai Besar Penelitian Veteriner.

  

 
Pertemuan tim Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi, Badan Tenaga Atom Nasional (PAIR-BATAN) dan International Atomic Energy Agency (IAEA) dengan Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLITVET) dilakukan pada tanggal 6 Agustus 2019 di Balai Besar Penelitian Veteriner.

Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Pusat PAIR-BATAN Totti Tjitosumirat, M.Rur.Sci berserta tim, Dr. Victor Manuel Montenegro (pakar dari IAEA), Prof. Dr. Muladno (Fakultas Peternakan IPB), Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Dr. drh.NLP Indi Dharmayanti, M.Si, pejabat struktural dan peneliti BBLITVET.

Tujuan pertemuan ini dan misi dari pakar IAEA Dr. Victor Manuel Montenegro untuk Indonesia adalah:

(1) berbagi pengalaman tentang manfaat atau dampak penerapan teknologi nuklir dan teknik terkait untuk meningkatkan kesehatan hewan dan produksi ternak melalui kerjasama dibawah IAEA (TC INS5042),

(2) memperkuat kerjasama bilateral antara Indonesia dan Costarica dengan berbagi pengalaman yang diharapkan dapat terlibat lebih lanjut di bawah kerjasama selatan-selatan, sehingga memungkinkan untuk berpartisipasi dalam peningkatan kemampuan Least Development Countries (LDC), misalnya untuk negara-negara di Afrika,

(3) untuk memberikan dukungan Indonesia menjadi anggota jaringan laboratorium kesehatan hewan (VetLab Network) yang akan difasilitasi oleh IAEA.