JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita Utama

Sebagai penanggung jawab Program Strategis Kementerian Pertanian yaitu Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (Upsus Siwab) untuk wilayah Provinsi Maluku, Balai Besar Penelitian Veteriner mengirimkan tim untuk melakukan kegiatan monitoring selama 6 hari pada tanggal 29 Juli 2019 s/d 03 Agustus 2019 di 4 Kabupaten yang menjadi wilayah pendukung pelaksanaan Upsus Siwab, yaitu Kabupaten Buru, Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Tengah (Malteng) dan Seram Bagian Timur (SBT).

Pada saat kedatangan tim BB Litvet yang diwakili oleh Dr. drh. Bambang Ngaji Utomo, MSc dan Dr. drh. Rahmat Setyo Adji, MSi, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku (Ir. Diana Padang, M.Si) menyampaikan apresiasinya atas kinerja para petugas lapangan dan meminta secara khusus untuk angka Imunisasi Buatan (IB) dipacu agar bisa masuk dalam 3 besar nasional.

Pencapaian pelaksanaan Upsus Siwab di Provinsi Maluku sangatlah menggembirakan, pasalnya sampai akhir Juli masuk dalam daftar hijau bahkan untuk Kebuntingan dan kelahiran sudah melampaui target. Per tanggal 31 Juli 2019 saja realisasi IB 1.111 ekor (74,06 %) dari target 1.500 ekor, realisasi PKB/Bunting 1.506 ekor (143,42%) dari target 1.050 ekor, dan realisasi Kelahiran 886 ekor (105,48%) dari target 840 ekor.

Pada kesempatan monitoring kegiatan tersebut, tim BB Litvet (Dr. drh. Bambang Ngaji Utomo, MSc dan Dr. drh. Rahmat Setyo Adji, MSi) bersama Dinas Pertanian Provinsi Maluku menyerahkan bantuan berupa obat-obatan, timbangan untuk mengukur bobot lahir pedet dan peralatan penanganan kesulitan melahirkan sapi, perlengkapan Imunisasi Buatan (IB), serta bibit legum Indigofera kepada para peternak.

Walau secara teknis pelaksaaan Upsus Siwab sudah berjalan dengan lancar, namun tim BB Litvet selalu mengingatkan untuk jangan lupa selalu melaporkan kegiatan di lapangan (IB, PKB dan lahir) saat pelaksanaan monitoring lapangan kepada para peternak.

  

Kementerian Pertanian yang diwakili oleh BB Litvet telah melaksanakan rencana aksi Program Sinergisitas dalam rangka meningkatkan upaya untuk mencegah dan mengurangi tindakan radikal terorisme sesuai dengan mandat Menko Polhukam. Aksi ini dilakukan selama tiga hari berturut-turut pada dua lokasi yang berbeda tanggal 16-18 Juli 2019. Sebelum BB Litvet melaksanakan aksi ini, Tim Sinergitas Kementerian/Lembaga telah meninjau terlebih dahulu wilayah sasaran yaitu di Kotamadya Palu dan Poso. Selasa 16 Juli 2019, BB Litvet Menyerahkan bantuan bibit buah naga sejumlah 7.000 bibit ke Dinas Pertanian Kotamadya Palu dan langsung diterima oleh Kepala Dinas Pertanian Kotamadya Palu. Pada kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tengah (Sulteng) (Perwakilan Kementan yang ada di Sulteng) dan perwakilan BNPT Provinsi Sulteng (Bapak Salman).

      

Rabu 17 Juli 2019, BB Litvet melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Poso Pertanian dengan melibatkan para penyuluhnya. Pada hari terakhir, (Kamis, 18 Juli 2019) BB Litvet melakukan aksi ini di dua tempat yaitu di Ponpes Amanah Putra dan di Ponpes Walisongo. Di lokasi pertama, diadakan pertemuan yang dihadiri oleh Kadis Pertanian Kab. Poso, Kabid PSP, Kabid Perkebunan, dokter hewan Dinas, perwakilan BNPT Kab. Poso (Pak Gerits) dan diterima oleh beberapa ustadz dari Ponpes. Kadis menyampaikan “kalau ada ternak sapi 30 ekor dan bisa menjadi sumber penyediaan pupuk organik untuk mendukung program pengembangan tanaman hortikultura di Ponpes Amanah dan pendekatan budidayanya dilakukan secara terintegrasi antara tanaman dan ternak”. Dinas Pertanian akan mendampingi dalam pelaksanaan kegiatan dan Kadis menganjurkan agar dibentuk kelompok tani untuk memudahkan program-program Pemda masuk ke Pondok pesantren.

Siangnya dilanjutkan pertemuan di ponpes Walisongo dihadiri oleh Kadis Pertanian Kab. Poso, Kabid PSP dan Kepala Desa. Ponpes Walisongo akan dijadikan penangkar bibit oleh BPTP Sulteng, pada kesempatan tersebut diserahkan juga bantuan bibit hortikultura berupa bibit pepaya merah delima, bibit cabe, sayuran, dlll. Juga diserahkan buku panduan budidaya tanaman pepaya merah delima.

   

Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet) Bogor akan mengadakan Uji Profisiensi - ISO/IEC 17043 tahun 2019 untuk parameter uji Rose Bengal Test (RBT), uji Complement Fixation Test (CFT) dan uji Pullorum.

Ayo!!!  Segera daftarkan laboratorium pengujian Bapak/Ibu untuk mengikuti UP tahun ini. 

 

 

 

Menindaklanjuti kerjasama Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dalam beberapa kegiatan penelitian, pada tanggal 3 Juli 2019 dilakukan inisiasi dan sinergitas kerjasama penelitian antara Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet) dengan Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP), terkait penelitian zoonosis dan hilirisasi inovasi teknologi penyakit Leptospirosis, Brucella, Hanta, Nipah dan Japanese Enchephalitis dalam penanggulangan penyakit zoonosis di Indonesia.

Pertemuan Kepala BBlitvet dengan Kepala B2P2VRP di Salatiga.

 

 

 

 

 

Balai Besar Penelitian Veteriner kembali mengadakan acara workshop dengan tema “Workshop on Bioinformatics for Animal Diseases Detection” dari tanggal 22 – 26 April 2019.

Kegiatan workshop hari pertama dan kedua berlangsung di Hotel Sahira Bogor.

Acara diawali dengan sambutan dari ketua panitia workshop Dr. drh. Bambang Ngaji Utomo, M.Sc., yang memaparkan pentingnya pelaksanaan workshop dalam pemanfaatan bioinformatik untuk deteksi penyakit hewan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan sekaligus pembukaan workshop oleh Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si. yang dalam hal ini mewakili Kepala Balitbangtan. 

Workshop yang dihadiri 118 peserta dari berbagai institusi pemerintah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, perusahaan swasta, mahasiswa S2 dan S3, staf dinas peternakan, para peneliti dan lainnya. Worskhop ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan revolusi industri 4.0 di bidang pertanian khususnya bidang kesehatan hewan.

Workshop kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Dr. drh NLP Indi Dharmayanti, M.Si (BBLitvet Balitbangtan), Prof. drh. Widya Asmara, SU., Ph.D (FKH UGM), Dr. Lee McMichael (The University of Queensland) dan Dr. Stanly Pang (Murdoch University).

Kegiatan Workshop On Bioinformatics For Animal Diseases Detection hari ke 3 sampai hari ke 5 dilaksanakan di ruang rapat lantai 2 dan Lab. Baktriologi Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet),

Kegiatan hari ke 3 sampai dengan ke 5 ini merupakan serangkaian hands on training bioinformatic analysis dengan narasumber Dr. Lee McMichael (The University of Queensland), Dr. Stanly Pang (Murdoch University) dan tim dari Dr. drh. Silvia Triwidyaningtyas, M.biomed (IHVCB, Universitas Indonesia).

Tujuan dari “Workshop on Bioinformatics for Animal Diseases Detection” adalah meningkatkan pemahaman proses biologis, yang memungkinkan identifikasi gen dan produk gen serta menjelaskan hubungan fungsional antara genotipe dan fenotipe, dengan demikian memungkinkan analisis seluruh sistem dari genom ke fenom. Bioinformatika juga sangat membantu dalam mendeteksi penyakit baru berbasis data-data genomik.