JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita Utama

 

 

 Tim Takesi dari Balai Besar Penelitian Veteriner berkesempatan memberikan bimbingan teknis penggunaan aplikasi Takesi pada acara Bimbingan Teknis Penyuluh Pertanian Untuk Peningkatan Kapasitas Penyuluh Berbasis Teknologi Informasi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Pertanian yang bekerjasama dengan the Asian Food and Agriculture Cooperation Initiative (AFACI) di Cinagara Kabupaten Bogor, 11 April 2019.

Yang menjadi narasumber dalam bimtek ini adalah Drh. Atik Ratnawati, M.Biotech. beliau memberikan pemaparan tentang teknologi android kesihatan sapi atau Takesi kepada penyuluh yang hadir dalam acara tersebut.

Para peserta yang mengikuti bimtek ini terdiri dari penyuluh yang berasal dari Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, Depok dan Ciianjur serta dari BBPKH Cinagara.

Antusias peserta tampak dari banyaknya pertanyaan terkait dengan takesi. Peserta juga berharap agar aplikasi Takesi ini disertai dengan tutorial pembuatan perangkap lalat penyebab penyakit pada sapi. Penyuluh yang hadir juga berharap agar BB Litvet dapat membuat aplikasi untuk unggas yang disertai dengan pemasarannya.

Melalui bimtek ini diharapkan aplikasi Takesi dapat menghilirisasikan teknologi dari hulu ke hilir tentang budidaya ternak, khususnya sapi.

 

 

 

Bimbingan Teknis Mendukung Kegiatan BASTP (Bogor Agroscience Techno Park) Balai Besar Penelitian Veteriner, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
"Pengendalian Penyakit Unggas Dengan Vaksinasi" 
29 Maret 2019

Acara dibuka oleh kepala Balai Besar Penelitian Veteriner, Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si. Dalam sambutannya beliau mengatakan, bahwa kesehatan hewan merupakan unsur penting dalam dunia peternakan, dan salah satu cara untuk menjaga kesehatan ternak adalah dengan melakukan vaksinasi.

Narasumber dalam acara bimbingan teknis ini ialah: Dr. drh. Agus Wiyono; Dr. Suhardono, MVSc.; drh. Harimurti Nuradji, Ph.D.

Materi yang diberikan oleh narasumber berupa teori mengenai penyakit unggas, khususnya pada ayam dan teori mengenai vaksinasi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan praktek pemberian vaksin dan pengambilan sampel darah pada ayam DOC (Day One Chicken) dan ayam dewasa.

Acara bimbingan teknis ini diikuti oleh para dokter hewan lingkup Balitbangtan,Universitas, dan beberapa dinas peternakan kabupaten.

 

  

                     

 

 

 

  

Dalam rangka mendukung kegiatan BASTP (Bogor Agro Science Techno Park), Balai Besar Penelitian Veteriner mengadakan acara bimbingan teknis mengenai “Penanganan Kesulitan Melahirkan Pada Sapi Melalui Bedah Caesar”, pada tanggal 27 Maret 2019, bertempat di ruang rapat lantai 2 Balai Besar Penelitian Veteriner.

Acara dibuka oleh kepala Balai Besar Penelitian Veteriner, Dr.drh.NLP.Indi Dharmayanti, MSi.

Narasumber dalam kegiatan bimtek ini adalah dosen dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Dr. drh. Abdul Samik, M.Si., dan praktisi bedah Caesar dari Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB yaitu Drh. Heru Rachmadi yang telah berpengalaman dalam menangani kasus bedah Caesar di lapangan.

Para peserta adalah para dokter hewan lingkup Balitbangtan, Universitas, dan beberapa Dinas Peternakan Kabupaten.

                                               

                                                                  

Tujuan diadakannya bimbingan teknologi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pelaku di bidang peternakan khususnya kesehatan hewan , selain itu juga sebagai tanggung jawab lembaga penelitian veteriner untuk meningkatkan kemampuan para dokter hewan agar bisa melakukan bedah caesar pada ruminansia besar, khususnya sapi jika terjadi distokia.

 

                       

 

 

 

Bimbingan Teknis Mendukung Kegiatan BASTP (Bogor Agroscience Techno Park) Balai Besar Penelitian Veteriner, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
"Teknologi Android Kesehatan Hewan"
28 Maret 2019

Acara dibuka oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang diwakili oleh Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Dr.Ir.M.Prama Yufdy, M.Sc.

Dalam arahan dari bapak Sekretaris menyatakan bahwa, "Dalam menghadapi Era industri 4.0, Balitbangtan mengembangkan aplikasi berbasis digital yang dapat dimanfaatkan oleh petani ataupun peternak. Berbagai aplikasi berbasis Android tersebut diantaranya adalah seperti Takesi (Teknologi Android Kesehatan Sapi) dan AvInDig (Avian Influenza Digital) yang dikembangkan oleh BBLitvet. Aplikasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan Era 4.0 dimana peternak atau stake holder dapat diberikan kemudahan pelayanan informasi dan kebutuhannya dapat berkomunikasi langsung dengan para ahli dibidangnya melalui suatu aplikasi berbasis android".

Diseminasi terkait android akan lebih mudah dilakukan di lapang.                                                  

Acara bimbingan teknologi ini diikuti oleh para dokter hewan lingkup Balitbangtan, Universitas, dan beberapa Dinas Peternakan Kabupaten.

 

       

 

 

 

Balai Besar Penelitian Veteriner mendapatkan kunjungan dari tim ahli World Intellectual Property Organization (WIPO), yang dipimpin Mr. Ewald Glantsching, kepala Budapest Treaty Section, Patent Law Division. Acara di buka oleh Kepala BBLitvet.

Maksud kedatangan beliau Ke BB Litvet adalah dalam rangka pembinaan dan persiapan Culture Collection (CC), Balai Besar Penelitian Veteriner yang dicanangkan sebagai National Pathogen Microbes Depository.

Kedatangan tim ahli dari World Intellectual Property Organization (WIPO) ke Indonesia salah satunya adalah membahas kesiapan Indonesia untuk bergabung dalam Traktat Budapest mengenai Pengakuan Internasional Deposit Mikroorganisme sebagai salah satu persyaratan dalam Prosedur Paten Mikroorganisme.

Sebelumnya telah diadakan rapat konsultasi teknis antara Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dengan tim ahli dari World Intellectual Property Organization (WIPO), yang diadakan pada hari Rabu, 13 Maret 2019, bertempat di Gedung Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.