JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita Utama

 

Salah satu unit kerja Badan Litbang Pertanian yaitu Balai Besar Penelitian Veteriner telah diusulkan untuk mengikuti penilaian WBK Nasional. Pada penilaian ini ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan untuk mencapai penilaian reformasi birokrasi, seperti evaluasi penilaian komponen yang telah dilakukan oleh BPS sebagai perwakilan dari Kementerian PanRB. Pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 10 September 2019 di BB Litvet. Evaluasi dilaksanakan melalui wawancara dari pihak BPS kepada pelaksana unit kerja mengenai pelayanan publik BB Litvet yang dipaparkan oleh Dr. drh. Bambang Ngaji Utomo, M.Sc (Kabid KSPHP) beserta jajarannya.

Kemudian dilanjutkan dengan  menilai secara langsung pelaksanaan pelayanan publik di lokasi Pelayanan Pengunjung, Pelayanan Perpustakaan dan Unit Pelayanan Diagnostik BB Litvet.

                

Program Obor Pangan Lestari (OPAL) ditujukan untuk memenuhi sumber penyedia pangan khususnya bagi rumah tangga serta pembelajaran bagi masyarakat untuk dapat memanfaatkan secara baik pekarangan disekitarnya dengan menanam tanaman buah dan sayuran". Pemanfaatan pekarangan sangat penting dilakukan bagi setiap rumah tangga, karena dapat menyediakan bahan pangan yang sehat dan tentunya bergizi. Selain itu hasil panen yang berlebih dapat dijual sehingga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Kepala Balai Besar Peneitian Veteriner bersama dengan staf melakukan panen tanaman sayur dan buah di lokasi percontohan pelaksanaan program Obor Pangan Lestari (OPAL) di lahan BBLitvet. Program OPAL di BB Litvet dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang ada di setiap kelompok penelitian serta kebun percobaan Cimanglid berupa tanaman sayuran dan buah-buahan, memelihara ayam kampung serta kolam ikan.

Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi percontohan bagi masyarakat di sekitar BBLitvet, sehingga setiap rumah tangga memiliki kebun pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan.

     

 

 

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) kembali menggelar pameran produk dan teknologi inovasi  pertanian Agro Inovasi Fair 2019 dengan tema “Bumikan Hasil Riset Inovasi Balitbangtan Melalui Kerjasama Alih Teknologi”, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Dr. Ir. Fadjry Djufry, MSi.

Pada pameran Agro Inovasi Fair (AIF) 2019 tersebut Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet) kembali terlibat dengan memamerkan hasil teknologi inovasi di bidang kesehatan hewan.

Dalam kunjungannya ke stand pameran BB Litvet, Kepala Balitbangtan Dr. Ir. Fadjry Djufry, MSi., mendapatkan penjelasan dari  Dr. drh. Bambang Ngaji Utomo, M.Sc. mengenai inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh BB Litvet,  diantaranya  adalah LEPTO ELISA LipL32, yaitu kit deteksi penyakit Leptospirosis pada sapi berbasis IgM dan IgG. Selain itu juga dijelaskan mengenai inovasi teknologi kesehatan hewan lainnya, yaitu: Vaksin Bifalen Avian Influenza (AI) H5N1, Vaksin ETEC+VTEC Isolat Lokal Polivalen Inaktif untuk Sapi,  Vaksin Newcastle Disease (ND) GTT/11, Pengobatan Skabies dengan Daun Gamal pada Kambing dan Domba, AvInDig (Avian Influenza Digital), TAKESI (Teknologi Android Kesehatan Sapi), dan lain-lain.

Acara yang berlangsung dari tanggal 24 s.d. 25 Agustus 2019 tersebut bertempat di Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian, Bogor, dihadiri oleh kepala UK dan UPT Lingkup Badan Litbang Pertanian dan diikuti oleh para pelaku industri agribisnis.

   

                                                                            

 

 

 

Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan pada tanggal 26 s.d. 29 Agustus 2019 menyelenggarakan “Workshop Laboratorium Dalam Penguatan Surveilans Zoonosis” bertempat di Novotel Tangerang. Pada acara Dr. drh. SUSAN MAPHILINDAWATI NOOR, M.V.Sc.  menjadi salah satu narasumber dari Balai Besar Penelitian Veteriner.

Workshop ini membahas  tentang Surveilans Brucellosis, Leptospirosis dan Rickettsia pada manusia. Indonesia menyatakan prioritasnya terhadap 25 penyakit hewan menular yang tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 4026/Kpts/OT.140/4/2013. Dari daftar prioritas penyakit hewan menular tersebut terdapat dua jenis penyakit yang menjadi perhatian khusus dalam workshop tersebut yaitu Brucellosis Abortus dan Leptospirosis.

 

Sejak dianugerahnya BB Litvet dengan Akreditasi KNAPPP 02:2017 pada akhir tahun 2018 yang lalu oleh Kemenristek Dikti, maka selama 2 hari ini pada tanggal 19 dan 20 Agustus 2019 telah dilakukan asesmen surveilans Pranata Litbang BB Litvet oleh 3 orang asesor yang ditunjuk oleh Sekretariat KNAPPP.

Hasil asesmen menyatakan bahwa BB Litvet dapat meneruskan/melanjutkan akreditasi KNAPPP-nya dengan beberapa perbaikan dari ketidak-sesuaian minor yang ditemukan.

BB Litvet telah melaksanakan kegiatan Penelititan dan Pengembangan sesuai dengan prosedur–prosedur standar yang ditetapkan. Namun kelemahan yang muncul selama pelaksanaan kegiatan tersebut adalah masih lemahnya pencatatan/dokumentasi hasil dari kegiatan terkait dengan Penelitian dan Pengembangan baik dokumen hasil rapat, pertemuan dan sosialisasi.

Sekali lagi diucapkan selamat dan terima kasih kepada Kepala Balai Besar, Seluruh Pejabat Struktural, Peneliti, Teknisi dan Staf lain yang telah mendukung untuk mempertahankan akreditasi KNAPPP Balai Besar Penelitian Veteriner.