JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita Utama

 

Menindaklanjuti kerjasama Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dalam beberapa kegiatan penelitian, pada tanggal 3 Juli 2019 dilakukan inisiasi dan sinergitas kerjasama penelitian antara Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet) dengan Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP), terkait penelitian zoonosis dan hilirisasi inovasi teknologi penyakit Leptospirosis, Brucella, Hanta, Nipah dan Japanese Enchephalitis dalam penanggulangan penyakit zoonosis di Indonesia.

Pertemuan Kepala BBlitvet dengan Kepala B2P2VRP di Salatiga.

 

 

 

 

Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet) Bogor akan mengadakan Uji Profisiensi - ISO/IEC 17043 tahun 2019 untuk parameter uji Rose Bengal Test (RBT), uji Complement Fixation Test (CFT) dan uji Pullorum.

Ayo!!!  Segera daftarkan laboratorium pengujian Bapak/Ibu untuk mengikuti UP tahun ini. 

 

 

 

 

 Tim Takesi dari Balai Besar Penelitian Veteriner berkesempatan memberikan bimbingan teknis penggunaan aplikasi Takesi pada acara Bimbingan Teknis Penyuluh Pertanian Untuk Peningkatan Kapasitas Penyuluh Berbasis Teknologi Informasi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Pertanian yang bekerjasama dengan the Asian Food and Agriculture Cooperation Initiative (AFACI) di Cinagara Kabupaten Bogor, 11 April 2019.

Yang menjadi narasumber dalam bimtek ini adalah Drh. Atik Ratnawati, M.Biotech. beliau memberikan pemaparan tentang teknologi android kesihatan sapi atau Takesi kepada penyuluh yang hadir dalam acara tersebut.

Para peserta yang mengikuti bimtek ini terdiri dari penyuluh yang berasal dari Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, Depok dan Ciianjur serta dari BBPKH Cinagara.

Antusias peserta tampak dari banyaknya pertanyaan terkait dengan takesi. Peserta juga berharap agar aplikasi Takesi ini disertai dengan tutorial pembuatan perangkap lalat penyebab penyakit pada sapi. Penyuluh yang hadir juga berharap agar BB Litvet dapat membuat aplikasi untuk unggas yang disertai dengan pemasarannya.

Melalui bimtek ini diharapkan aplikasi Takesi dapat menghilirisasikan teknologi dari hulu ke hilir tentang budidaya ternak, khususnya sapi.

 

 

Balai Besar Penelitian Veteriner kembali mengadakan acara workshop dengan tema “Workshop on Bioinformatics for Animal Diseases Detection” dari tanggal 22 – 26 April 2019.

Kegiatan workshop hari pertama dan kedua berlangsung di Hotel Sahira Bogor.

Acara diawali dengan sambutan dari ketua panitia workshop Dr. drh. Bambang Ngaji Utomo, M.Sc., yang memaparkan pentingnya pelaksanaan workshop dalam pemanfaatan bioinformatik untuk deteksi penyakit hewan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan sekaligus pembukaan workshop oleh Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si. yang dalam hal ini mewakili Kepala Balitbangtan. 

Workshop yang dihadiri 118 peserta dari berbagai institusi pemerintah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, perusahaan swasta, mahasiswa S2 dan S3, staf dinas peternakan, para peneliti dan lainnya. Worskhop ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan revolusi industri 4.0 di bidang pertanian khususnya bidang kesehatan hewan.

Workshop kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Dr. drh NLP Indi Dharmayanti, M.Si (BBLitvet Balitbangtan), Prof. drh. Widya Asmara, SU., Ph.D (FKH UGM), Dr. Lee McMichael (The University of Queensland) dan Dr. Stanly Pang (Murdoch University).

Kegiatan Workshop On Bioinformatics For Animal Diseases Detection hari ke 3 sampai hari ke 5 dilaksanakan di ruang rapat lantai 2 dan Lab. Baktriologi Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet),

Kegiatan hari ke 3 sampai dengan ke 5 ini merupakan serangkaian hands on training bioinformatic analysis dengan narasumber Dr. Lee McMichael (The University of Queensland), Dr. Stanly Pang (Murdoch University) dan tim dari Dr. drh. Silvia Triwidyaningtyas, M.biomed (IHVCB, Universitas Indonesia).

Tujuan dari “Workshop on Bioinformatics for Animal Diseases Detection” adalah meningkatkan pemahaman proses biologis, yang memungkinkan identifikasi gen dan produk gen serta menjelaskan hubungan fungsional antara genotipe dan fenotipe, dengan demikian memungkinkan analisis seluruh sistem dari genom ke fenom. Bioinformatika juga sangat membantu dalam mendeteksi penyakit baru berbasis data-data genomik.

 

            

             

      

 

 

 

 

Bimbingan Teknis Mendukung Kegiatan BASTP (Bogor Agroscience Techno Park) Balai Besar Penelitian Veteriner, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
"Pengendalian Penyakit Unggas Dengan Vaksinasi" 
29 Maret 2019

Acara dibuka oleh kepala Balai Besar Penelitian Veteriner, Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si. Dalam sambutannya beliau mengatakan, bahwa kesehatan hewan merupakan unsur penting dalam dunia peternakan, dan salah satu cara untuk menjaga kesehatan ternak adalah dengan melakukan vaksinasi.

Narasumber dalam acara bimbingan teknis ini ialah: Dr. drh. Agus Wiyono; Dr. Suhardono, MVSc.; drh. Harimurti Nuradji, Ph.D.

Materi yang diberikan oleh narasumber berupa teori mengenai penyakit unggas, khususnya pada ayam dan teori mengenai vaksinasi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan praktek pemberian vaksin dan pengambilan sampel darah pada ayam DOC (Day One Chicken) dan ayam dewasa.

Acara bimbingan teknis ini diikuti oleh para dokter hewan lingkup Balitbangtan,Universitas, dan beberapa dinas peternakan kabupaten.