JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Laboratorium  Lapang  Inovasi Pertanian (LLIP)

Ternak  Kerbau di Desa Sukanegara, Kecamatan Carita

Pandeglang – Banten

Laboratorium Lapang Inovasi Pertanian (LLIP) merupakan program trobosan hilirisasi hasil-hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian kepada pengguna teknologi yaitu Pemangku Kebijakan di daerah serta para petani dan peternak.

LLIP, merupakan salah satu media untuk mempercepat penyampaian inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh Balitbangtan, sebagai wadah pemberdayaan petani/peternak atau kelompok tani serta ajang pertemuan penyampaian inovasi teknologi. Petani/peternak yang terlibat langsung pada kegiatan LLIP diharapkan nantinya mampu menjadi Penyuluh Pertanian Swadaya sebagai aktualisasi dari UU No 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.

Sebaliknya, LLIP, berfungsi sebagai  media umpan balik untuk memperbaiki dan menyempurnakan inovasi teknologi sehingga teknologi yang dihasilkan Balitbangtan menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna atau bersifat spesifik lokasi.

LLIP ternak kerbau dilaksanakan sejak tahun anggaran 2015 di desa Sukanegara, kecamatan Carita , kabupaten Pandeglang, melibatkan satu kelompok peternak kerbau yaitu Kelompok peternak Berkah, beranggotakan 35 orang peternak dengan total populasi ternak kerbau 157 ekor.

Aktivitas LLIP yang dilakukan adalah pemberdayaan peternak kerbau melalui ; perbaikan kandang ternak meliputi atap, pengecoran lantai kandang untuk mempermudah pengumpulan kotoran dan air kencing (urine) untuk dialirkan ke instalasi Bio gas dan Bio urine. Perbaikan fasilitas air, kebun pakan dengan bibit rumput dan hijauan unggul,pembuatan instalasi Bio gas dan Bio urine yang terbuat dari beton (semen) sehingga tahan lama lebih murah dan ekonomis. Serta kegiatan insiminasi buatan (IB) dengan simen unggul, untuk meningkatkan genetik dan kualitas pedet.

Kegunaan dan manfaat dari kegiatan LLIP :

Perbaikan perkandangan, untuk menjamin kesehatan ternak kerbau, mudah mengendalikan hama dan penyakit, mudah mengelola limbah ternak (kotoran dan urine).

Kebun pakan; sebagai stok pakan yang diberikan pada sore atau malam hari setelah kerbau kembali kekandang, serta diberikan saat musim kemarau melalui tehnik silase.

Instalasi Bio gas dan Bio urine :

  1. Bio gas dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk memasak . Melalui tehnik pemidahan gas dari Digester ke ban dalam mobil, ibu2 rumah tangga dapat memanfaatkannya  untuk memasak dirumah masing2. Kegiatan ini membatu pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap gas tak terbarukan (elpiji) ke gas terbarukan melalui pengelolahan limbah/kotoran ternak.
  2. Limbah padat yang keluar dari Digester dapat dijadikan sebagai pupuk organik padat, yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk  untuk usahatani tanaman (padi, palawija atau sayuran).
  3. Limbah cair melaui tehnik airasi sederhana untuk menghilangkan kandungan amoniak dapat dijadikan sebagai pupuk cair (Bio urine). Bio urine, dimanfaatkan sebagai pupuk daun yang dapat diaplikasikan ke pertanaman padi, palawija, tanaman sayuran atau hortikultura. Penggunaan pupuk organik padat dan pupuk cair (Bio urine) pada pertanaman dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia per hektarnya, serta ramah lingkungan.

Insiminasi Buatan (IB); untuk meningkatkan kualitas pedet yang dilahirkan, pedet menjadi lebih sehat dan cepat berkembang guna meningkatkan populasi ternak kerbau sebagai komoditas unggulan  (icon) provinsi Banten.