JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Focus Group Discussion (FGD) Pemodelan Pengendalian Rabies di Bali

dengan Pendekatan System Dynamics

Denpasar 3-5 April 2016

 

Rabies merupakan salah satu Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) yang menjadi prioritas nasional untuk ditangani. Rabies merupakan penyakit zoonosis yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia, menurut Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, rabies telah menyebar di 24 provinsi dengan wilayah yang berstatus bebas historis adalah 5 (lima) Provinsi serta beberapa kepulauan di Sumatera pada tahun 2015 ini telah ditetapkan bebas rabies oleh Menteri Pertanian.

Provinsi Bali yang semula merupakan wilayah yang secara historis  bebas rabies, sejak akhir 2008 menjadi daerah tertular, dan hingga saat ini belum berhasil dibebaskan kembali walaupun program pengendalian dan penanggulangan telah secara intensif dilaksanakan. Hal ini disebabkan kompleksitas permasalahan yang ada. Oleh karena itu perlu pendekatan pemodelan yang komprehensif, yakni dengan system dynamics.

Kegiatan Focus Group Discussion pemodelan pengendalian Rabies di Bali dengan pendekatan system dynamics dilaksanakan sebagai salah satu kegiatan penelitian ANJAK veteriner BB Litvet dengan tujuan untuk menghasilkan perangkat analisis berupa sebuah model pengendalian Rabies di Bali dengan pendekatan system dynamics. BB Litvet dan Balai Besar Veteriner (BB Vet) Denpasar melakukan kerjasama tersebut di BB Vet Denpasar pada tanggal 3-5 April 2016, FGD ini dihadiri oleh semua pihak yang terkait yakni Kepala dan/atau wakil dari (a) BB Vet Denpasar, (b) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, (c) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, (d) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, (e) Dinas Kabupaten/Kota di Provinsi Bali yang Membidangi Peternakan dan Kesehatan Hewan, (f) Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, (g) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Bali  dan (h) Dekan Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Denpasar, dari Pemerintah Pusat : Direktur Kesehatan Hewan, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, dan Kepala Sub-Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (P2PTVZ), Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan. Narasumber FGD yaitu drh. Anak Agung Gde Putra MSc, PhD, SH (Epidemiologist, Ahli Rabies) dan Ir. Teten Avianto MT (System Dynamicist).

Pada FGD disampaikan pula beberapa pilihan kebijakan pengendalian dan penanggulangan rabies di Bali. Atas permintaan seluruh peserta FGD dilakukan simulasi dengan menggunakan perangkat lunak Powersim Studio 10, beberapa skenario kebijakan yang akan ditetapkan terkait pengendalian dan penanggulangan rabies di Bali.  Diharapkan hasil pemodelan tersebut dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah dalam pengendalian dan penanggulangan Rabies di Bali menuju Indonesia Bebas Rabies 2010 berdasarkan hasil analisis dengan pendekatan system dynamics.