JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Launching Inovasi Vaksin ETEC+VTEC

Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet, Balitbang Kementan) sebagai institusi telah menghasilkan berbagai inovasi yang diharapkan mampu mendukung terwujudnya sasaran strategis pembangunan pertanian. Inovasi tersebut adalah vaksin ETEC+VTEC Isolat Lokal Polivalen Inaktif untuk pencegahan diare neonatal pada anak sapi.

Inovasi ini telah di launching oleh Kepala Badan Litbang Pertanian paha tanggal 30 Desember 2016 bertempat di Balai Besar Penelitian Veteriner, untuk mendukung Program Kementerian Pertanian dalam bidang peternakan adalah meningkatkan populasi sapi di Indonesia melalui kegiatan “SIWAB”. Program ini akan efektif jika sapi yang bunting mampu melahirkan pedet yang sehat dan mampu tumbuh sampai dewasa.

                      

Vaksin ETEC + VTEC hasil inovasi Balai Besar Penelitian Veteriner menggunakan sel bakteri enterotoksigenik E. coli (K99, F41) dan verotoksigenik  E. coli (O157) isolat lokal. Penggunaan seed vaksin dengan isolat lokal mempunyai keunggulan, karena sesuai dengan agen penyebab diare neonatal yang ada di Indonesia, sehingga dapat memberikan kekebalan yang optimal.

Vaksinasi dengan menggunakan vaksin di atas dilaporkan mampu memberikan kekebalan pada anak sapi mencapai 90%. Imunoglobulin G anti ETEC dan VTEC yang dikeluarkan melalui kolostrum dapat bertahan sampai 3 bulan, sehingga mampu menurunkan tingkat   kematian anak sapi.