JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Seminar Sehari Parasitology dan Soft Launching “TAKESI”

Dalam rangka pencapaian swasembada daging Pemerintah mencanangkan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB). Kinerja BBLitvet pada pelaksanaan IB, namun masalah penyakit perlu mendapatkan perhatian, salah satunya adalah penyakit yang disebabkan oleh agen parasit. Meskipun pada umumnya tidak menimbulkan kematian yang cepat, namun keberadaaannya didalam tubuh hewan mampu menghambat produksi untuk mencapai hasil yang maksimal, bahkan beberapa diantaranya menyebabkan gangguan reproduksi sehingga dapat menghambat kinerja atau keberhasilan UPSUS SIWAB.

 

Seminar dan soft launching “TAKESI” yang dihadiri oleh Dinas/instansi pemerintah, kalangan akademisi, dan para praktisi bidang peternakan, diadakan di BBLitvet pada tanggal 28 September 2017. Acara seminar dengan menyajikan tiga orang nara sumber, yaitu

  1. Dr. Makoto Mastubayashi from Osaka Prefecture University – Japan
  2. April Hariwardhana, SKH., MSi.,  PhD (BBLitvet)
  3. Dr. drh. Dyah Haryuningtyias Sawitri, Msi (BBLitvet)

Dalam Seminar hari ini, Balai Besar Penelitian Veteriner juga ingin menginformasikan teknologi deteksi parasit gastrointestinal dan parasit darah pada sapi yang telah dikembangkan, termasuk capaian-capaian yang diperoleh. Melalui seminar ini diharapkan kesadaran kita akan pentingnya penyakit parasit pada ternak meningkat sehingga kematian atau produksi ternak yang berjalan tidak optimal dapat dikurangi.

 

Disamping seminar, juga akan dilakukan soft launching program android yang diberi nama TAKESI yang artinya Teknologi Android Kesehatan Sapi. Melalui aplikasi ini yang nantinya dapat diakses secara bebas oleh peternak, dokter hewan praktisi, bahkan mahasiswa diharapkan kita mampu mengenal penyakit hewan dengan lebih praktis.

Dengan melihat contoh-contoh kasus dalam aplikasi TAKESI maka kesadaran peternak terhadap penyakit ternaknya, terutama untuk penyakit-penyakit yang bersifat zoonosis akan meningkat. Diharapkan aplikasi ini dapat diakses oleh semua peternak di Indonesia atau di Negara Negara lain.