JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Workshop on Bioinformatics for Animal Diseases Detection

 

Balai Besar Penelitian Veteriner kembali mengadakan acara workshop dengan tema “Workshop on Bioinformatics for Animal Diseases Detection” dari tanggal 22 – 26 April 2019.

Kegiatan workshop hari pertama dan kedua berlangsung di Hotel Sahira Bogor.

Acara diawali dengan sambutan dari ketua panitia workshop Dr. drh. Bambang Ngaji Utomo, M.Sc., yang memaparkan pentingnya pelaksanaan workshop dalam pemanfaatan bioinformatik untuk deteksi penyakit hewan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan sekaligus pembukaan workshop oleh Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si. yang dalam hal ini mewakili Kepala Balitbangtan. 

Workshop yang dihadiri 118 peserta dari berbagai institusi pemerintah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, perusahaan swasta, mahasiswa S2 dan S3, staf dinas peternakan, para peneliti dan lainnya. Worskhop ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan revolusi industri 4.0 di bidang pertanian khususnya bidang kesehatan hewan.

Workshop kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Dr. drh NLP Indi Dharmayanti, M.Si (BBLitvet Balitbangtan), Prof. drh. Widya Asmara, SU., Ph.D (FKH UGM), Dr. Lee McMichael (The University of Queensland) dan Dr. Stanly Pang (Murdoch University).

Kegiatan Workshop On Bioinformatics For Animal Diseases Detection hari ke 3 sampai hari ke 5 dilaksanakan di ruang rapat lantai 2 dan Lab. Baktriologi Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet),

Kegiatan hari ke 3 sampai dengan ke 5 ini merupakan serangkaian hands on training bioinformatic analysis dengan narasumber Dr. Lee McMichael (The University of Queensland), Dr. Stanly Pang (Murdoch University) dan tim dari Dr. drh. Silvia Triwidyaningtyas, M.biomed (IHVCB, Universitas Indonesia).

Tujuan dari “Workshop on Bioinformatics for Animal Diseases Detection” adalah meningkatkan pemahaman proses biologis, yang memungkinkan identifikasi gen dan produk gen serta menjelaskan hubungan fungsional antara genotipe dan fenotipe, dengan demikian memungkinkan analisis seluruh sistem dari genom ke fenom. Bioinformatika juga sangat membantu dalam mendeteksi penyakit baru berbasis data-data genomik.