JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kerjasama Balitbangtan Kementerian Pertanian dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Pin It

Kerjasama antara Balitbangtan Kementerian Pertanian dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam pemanfaatan tanaman herbal yang berpotensi sebagai tanaman obat diawali dengan penandatanganan MoU oleh kepala Balitbangtan yang diwakili oleh Sekretaris Balitbangtan Dr. Haris Syahbuddin, DEA dan Ketua Lembaga Penelitian IDI dr. Marhaen Hardjo M. Biomed. PhD. disaksikan oleh Menteri Pertanian Dr. H. Syahrul Yasin Limpo SH. MH. dan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Daeng Mohammad Faqih SH. MH. di Gedung Kementerian Jakarta pada 8 Juli 2020.

BBLitvet Balitbangtan sebagai laboratorium uji memiliki serifikat mutu SNI ISO/ IEC 17025: 2010. Memiliki peneliti profesional sesuai kepakarannya dan telah mendapatkan serrtifikat akreditasi KNAPPP sebagai pengakuan formal atas kemampuan melaksanakan litbang sesuai tugas dan fungsi, visi dan misi serta mutu keluaran hasil litbang. Pengukuhan sebagai Pusat Unggulan Veteriner merupakan pengakuan kualitas lembaga litbang yang dapat menghasilkan produk hasil litbang yang dapat dikomersialisasikan dan memiliki daya saing tinggi

Kiprah riset Balitbangtan pada Laboratorium Virologi Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet) dalam mengatasi wabah corona virus khusus nya Avian influenza lebih dari 10 tahun telah menghasilkan inovasi Eucalyptus sebagai antivirus, dimana hasil inovasi ini merupakan kegiatan sinergi riset dengan Balai Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) dan Balai Besar Pascapanen.

Disampaikan oleh Ketua Umum PB IDI bahwa IDI melalui Lembaga Litbang IDI sangat mendukung hasil inovasi Balitbangtan dalam melakukan riset Eucalyptus serta kekayaan herbal lainnya yang merupakan bahan aktif yang murni sebagai kekayaan alam sebagai tonggak awal supaya memiliki komitmen, kemampuan dan kemandirian dalam pelayanan kesehatan dengan menghasilkan bahan obat yang potensi masuk daftar obat lisensial nasional sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas tanpa tergantung bahan import.