JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

FGD:Kajian Penanggulangan Kecacingan pada Ruminansia Besar

Pin It
Dalam rangka mendapatkan informasi dan kajian penanggulangan kecacingan pada ternak ruminansia besar, Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet), Balitbangtan menyelenggarakan Virtual Focus Group Discussion “Kajian Penanggulangan Kecacingan pada Ruminansia Besar : Hasil Analisa Data Laboratorium Kecacingan di Provinsi Jateng, Banten, NTB, NTT, dan Kalteng pada hari Selasa, Tanggal 20 April 2021
 
Acara dibuka oleh Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner, Dr drh NLP Indi Dharmayanti, MSi. Kepala BBLitvet dalam sambutannya memberikan arahan bahwa Kecacingan pada ternak ruminansia merupakan penyakit parasiter yang kejadiannya paling umum dan penyebarannya paling luas yang berdampak secara ekonomi. Perlu pemahaman karakter biologi baik didalam maupun diluar ternak agar dapat dilakukan pengendalian secara efisien. Peran BBLitvet dalam kegiatan penelitian kecacingan seperti Pengembangan obat herbal, Respon dan resistensi, Efikasi kapang (tertentu) terhadap kecacingan, Identifikasi dan kejadian kecacingan pada ternak, Analisis kebijakan pengendalian kecacingan. Data kecacingan sangat banyak sehingga perlu dianalisis dikaitkan dengan pemahaman penyakit dalam rangka pengendalian. Masih diperlukan sejumlah data atau informasi tambahan untuk dapat memformulasikan strategi pengendalian kecacingan. Tujuan FGD ini adalah menyusun langkah-langkah tindaklanjut dalam upaya pengendalian kecacingan yang diharapkan dapat digunakan sebagai rekomendasi kebijakan oleh Ditjen PKH.
 
FGD dihadiri peserta sebanyak 90 orang secara virtual. FGD menghadirkan beberapa narasumber yaitu Dirkeswan Ditjen PKH (drh Fadjar Sumping Tjatur Rassa PhD, yang menyampaikan materi "Kebijakan Pengendalian Kecacingan pada Ternak Ruminansia" dan Dr drh Suhardono, MVSc yang memberikan materi "Sosialisasi Hasil Analisis Data Laboratorium Deteksi Kecacingan di Provinsi Jawa Tengah, Banten, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Tengah.
 
Pembahas FGD adalah Pakar Kecacingan dari UGM (Dr drh Joko Prastowo MSi) membahas tentang "Kajian Penanggulangan Kecacingan pada Ruminansia Besar",, Pakar Kecacingan dari IPB (Dr drh Yusuf Ridwan MSi) membahas tentang "Kecacingan pada Organ Pencernaan pada Ternak Ruminansia di Indinesia", Pembahas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah (drh Abdullah) yang membahas tentang Hasil Analisis Data Laboratorium Kecacingan di Provinsi Jawa Tengah, Pembahas dari Dinas Pertanian Provinsi Banten (drh Jajang) yang membahas tentang Kecacingan pada Ternak Sapi dan Kerbau di Provinai Banten, Pembahas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat (drh Bima Priyatma) membahas tentang ,Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (drh Hendrina Lero Kaka), dan Pembahas dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah (drh Nina Ariani MSi) membahas tentang Pengendalian Kecacingan Organ Pencernaan pada Ternak Ruminansia Besar di Provinsi Kalimanta Tengah
 
Analisis data kecacingan di kelima Provinsi (Jateng, Banten, NTT, NTB dan Kalteng) menunjukkan adanya keragaman data cukup besar antar provinsi, kasus infeksi cacing terjadi di seluruh daerah pemantauan dalam kurun waktu 2 - 4 tahun
 
Sebaran infeksi Fasciola lebih sempit daripada strongyla. Data prevalensi per waktu (bulan), intensitas infeksi (EPG) belum dimiliki seluruh provinsi contoh.
Untuk mengurangi keragaman data diperlukan harmonisasi laboratorium pengujian. Data minimal (prevalensi dan intensitas infeksi) perlu dimiliki setiap daerah.