JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bimtek : Peluang dan Tantangan Standardisasi Pengujian Rabies di Indonesia

Pin It

“Peluang dan Tantangan Standardisasi Pengujian Rabies di Indonesia”, menjadi tema kegiatan bimtek yang diselenggarakan secara hybrid pada hari Senin 19 September 2022 di Ruang Rapat Lantai 2 BBLitvet. Bimtek dihadiri oleh Dinas atau Instansi Pemerintah, Perguruan Tinggi, dan sektor swasta. Peserta yang hadir sebanyak 117 Orang peserta daring dan 50 Orang peserta luring.

Bimtek dibuka oleh Kepala Badan Litbang Pertanian yang diwakili oleh Plt. Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Dr. drh. Agus Susanto, M.Sc, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian dan Kementerian terkait telah menyepakati enam penyakit hewan zoonosis yang menjadi prioritas untuk dicegah dan dikendalikan di Indonesia, salah satu nya yaitu Rabies. “Prioritas ini menurut saya sangat penting untuk membangun dan meningkatkan kapasitas nasional dalam pengendalian dan penanggulangan zoonosis, khususnya dalam hal deteksi, pelaporan, dan respon dini zoonosis dan ancaman kesehatan lainnya pada interface manusia-hewan-lingkungan” ujarnya.

Sementara itu Koordinator KSPHP Nurjaman, S.TP, MM dalam sambutannya menyampaikan “kegiatan bimtek ini merupakan kegiatan yang akan secara rutin kami laksanakan setiap bulan, tentu dengan topik-topik menarik dan terkini dibidang veteriner dan Kesehatan hewan, pada kesempatan ini topik yang tak kalah menarik terkait dengan rabies, seperti kita fahami bersama bahwa rabies merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia, termasuk Indonesia” imbuhnya

Narasumber dalam Bimtek Peluang dan Tantangan Standardisasi Pengujian Rabies di Indonesia adalah Prof Suwarno, DVM. M.Si.(Universitas Airlangga) memaparkan kondisi lokal dan global terkait dengan penanganan rabies, drh. Melky Angsar, M. Sc (Dinas Peternakan Provinsi NTT) memaparkan tantangan dalam penanganan rabies di NTT dan drh. Yul Fitria, M. Biomed (Balai Veteriner Bukit Tinggi) berbagi pengalaman sekaligus praktek dalam pengujian rabies yang selama ini dilakukan oleh Balai Veteriner Bukit Tinggi.