JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Snot Pada Ayam dapat Menurunkan Produksi Telur?

Pin It

Infectious coryza atau yang lebih dikenal dengan snot adalah penyakit respirasi bersifat akut sampai dengan kronis yang disebabkan oleh Avibacterium paragallinarum dan gejala klinis yang terjadi adalah leleran hidung yang bersifat encer sampai dengan kental, mata berair serta kebengkakan bagian wajah. Snot pada ayam petelur dapat terjadi pada beberapa fase, diantaranya fase laying mencapai 52,8% dengan penurunan produksi telur 10-40%, fase growing mencapai 42,8%, dan fase prelaying 16,6%.  Infectious coryza dapat terjadi pada ayam petelur fase grower dan layer. Penyebaran penyakit ini hampir ditemukan di seluruh dunia, termasuk di daerah yang beriklim tropis. Wabah penyakit sering terjadi pada musim peralihan dari penghujan ke musim kemarau atau sebaliknya.

Penularan penyakit ini dapat terjadi secara kontak langsung dari unggas terinfeksi ke unggas lain, menghirup udara, atau melalui pakan dan minum yang terkontaminasi, sedangkan penularan secara tidak langsung terjadi melalui pakaian dan peralatan yang terkontaminasi serta muntahan.

Pemberian vaksin serta manajemen dan biosekuriti yang baik dapat mencegah terjadinya infeksi. Antibiotik juga dapat diberikan pada kasus snot. Antibiotik yang dapat diberikan adalah eritromisin dan oksitetrasiklin, dan kombinasi trimethoprim-sulfamethoxazole. (Lynda)