JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Penyakit Ini dapat Bertahan Lebih dari 40 Tahun di Tanah

Pin It

Penyakit Anthrax yang disebut juga Radang Limpa adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Penyakit Anthrax tersebar di seluruh dunia termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri, Penyakit Anthrax telah ada sejak tahun 1884.

Spora Anthrax dapat bertahan di tanah lebih dari 40 tahun. Anthrax biasanya menular dari satu hewan ke hewan lain melalui vektor lalat penghisap darah misalnya Tabanus sp. Manusia yang tertular biasanya melalui permukaan kulit yang terluka, melalui pernafasan, atau melalui saluran pencernaan karena makan daging asal hewan penderita Anthrax.

Gejala klinis berbeda-beda tergantung dari bentuk penyakit. Bentuk penyakit perakut biasanya menimbulkan kematian mendadak pada hewan karena terjadi perdarahan pada otak. Kematian ditandai dengan keluarnya darah dari lubang kumlah. Bentuk akut diawali dengan terjadinya demam pada ternak yang dapat mencapai 42oC, ternak menjadi gelisah, sesak nafas, detak jantung yang cepat namun lemah, ternak kejang kemudian mati. Gejala umum pada sapi adalah terjadinya pembengkakan yang sangat cepat pada leher, dada, perut, pinggang, dan kelamin luar. Dari lubang kumlah keluar darah merah kehitaman dan kematian terjadi 1-3 hari setelah terlihat gejala klinis. Bentuk kronis ditandai dengan terlihatnya luka pada lidah dan tenggorokan, biasanya menyerang ternak babi namun jarang pada sapi dan kuda. Penyakit dapat menimbulkan kematian 2-5 hari setelah terlihat gejala klinis.

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan kontrol lalu lintas ternak dengan mengawasi ternak yang masuk terutama pada daerah yang bebas Anthrax, untuk daerah endemik biasanya dilakukan vaksinasi diikuti dengan monitoring yang ketat. Pemberantasan penyakit Anthrax dapat dilakukan dengan karantina hewan penderita Anthrax, hewan yang sakit dapat diberikan antibiotik Penisilin yang dikombinasikan dengan roboransia, sedangkan bangkai penderita harus segera dimusnahkan dengan dibakar hangus dalam lubang dan atau dikubur sekurang-kurangnya sedalam 2 meter dan cegah supaya tidak dimakan hewan pemakan bangkai. (Lynda)