JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PENYAKIT REPRODUKSI PADA SAPI YANG DAPAT MENULAR KE MANUSIA

Pin It

Brucellosis merupakan salah satu penyakit reproduksi menular pada sapi yang disebabkan oleh bakteri dari genus Brucella. Namun, belum banyak diketahui oleh masyarakat bahwa Brucellosis bersifat zoonosis. Brucellosis pada sapi mudah menyebar pada kelompok ternak yang tidak divaksinasi dan mengakibatkan terjadinya abortus sampai dengan 80% pada sapi yang mengalami fase kebuntingan akhir.

Kejadian Brucellosis pada manusia yang tertular lebih sering terjadi pada pria dibanding dengan wanita, yaitu dapat mencapai rasio 5:2 sampai 5:3 di daerah endemis serta sering terjadi pada usia 30-50 tahun. Masa inkubasi Brucellosis pada manusia berkisar 1-2 bulan dan kemudian penyakit dapat bersifat akut atau kronis. Brucellosis yang bersifat akut ditandai dengan gejala klinis berupa demam undulant yang intermiten, sakit kepala, depresi, lemah, arthralgia, myalgia, orchitis pada pria dan abortus spontan pada wanita yang hamil pada trimester pertama dan kedua serta kematian janin dalam kandungan. Brucellosis kronis dapat menimbulkan sacroilitis, hepatitis, endocarditis, colitis dan meningitis . Kematian akibat brucellosis pada manusia biasanya terjadi karena adanya komplikasi endocarditis yang disebabkan oleh infeksi B. melitensis dengan angka kejadian mencapai 80%.

Penularan penyakit ini pada manusia dapat melalui konsumsi susu dan produk susu yang tidak dipasteurisasi. Daging mentah dan sumsum tulang juga diimplikasikan dapat menularkan kuman Brucella ke manusia . Penularan Brucellosis melalui aerosol, kontaminasi kulit yang luka dan membran mukosa biasanya terjadi pada pekerja rumah potong hewan dan peternak .

Pengobatan Brucellosis harus segera dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi dan relapsis . Pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotik seperti doksisiklin, streptomisin dan rifampisin setiap hari selama minimal 6 minggu. Pencegahan Brucellosis pada manusia dapat dilakukan dengan penanggulangan dan kontrol penyakit pada hewan sebagai hospes, mengurangi kontak langsung den gan hewan terinfeksi, memasak susu dan produk asal ternak sebelum dikonsumsi. Kontrol Brucellosis pada ternak melibatkan kombinasi dari manajemen peternakan, program vaksinasi serta test and slaughter. (Lynda)