JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Diabetes Mellitus pada Anjing dan Kucing

Pin It

Diabetes mellitus adalah penyakit endokrin yang paling sering terjadi pada kucing dan anjing. Diabetes mellitus terjadi karena gangguan metabolism karbohidrat yang bersifat kronis karena defisiensi insulin. Sebagian besar kasus terjadi pada usia pertengahan pada anjing dan usia pertengahan sampai dengan tua pada kucing. Kejadian pada anjing betina dua kali lebih sering jika dibandingkan dengan anjing jantan serta biasanya dialami pada anjing jenis kecil seperti Poodle, Scnauzers, Cairn Terriers, dan Beagle. Resiko mengalami diabetes mellitus lebih besar terjadi pada kucing jantan yang mengalami obesitas.

Patogenesis terjadinya penurunan kadar insulin bervariasi, umumnya berhubungan dengan kerusakan sel islet, kerusakan imunitas, pankreatitis pada anjing atau amyloidosis pada kucing. Pankreatitis yang bersifat kronis dengan kehilangan sel eksokrin serta endokrin dan digantikan dengan jaringan ikat fibrosa menyebabkan terjadinya diabetes mellitus. Pancreas menjadi mengeras dan terdapat multinodular serta sering terdapat hemoragi dan nekrosis.

Gejala klinis yang biasanya dialami oleh anjing atau kucing penderita diabetes mellitus adalah poliuria, polidipsia, polifagia, kehilangan berat badan, katarak (pada anjing), dan kelemahan. Beberapa anjing dan hamper 50% kucing yang menderita diabetes mellitus mengalami penurunan nafsu makan. Gejala klinis lain yang dapat dialami adalah hepatomegaly, letargi, dan diabetes neuropati pada kucing.

Diagnosa terhadap diabetes mellitus berdasarkan pada hiperglicemia dan glikouria persisten. Kadar glukosa puasa normal pada anjing dan kucing adalah 75-120 mg/dL. Pada kucing, hiperglikemia dapat terjadi karena stress sehingga pengambilan sampel darah dan urin secara berulang perlu dilakukan untuk mengkonfirmasi diagnosa. Deteksi serum fruktosamin dapat digunakan untuk membedakan antara hiperglikemia yang terjadi karena stress dan diabetes mellitus. Pada hiperglikemia yang disebabkan oleh stress, konsentrasi fruktosamin normal.

Terapi yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian insulin basal, manajemen pemberian pakan dengan memberikan pakan khusus penderita diabetes serta monitoring. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan tidak terlalu sering diberikan jerky treat dan nasi. Resiko mengalami diabetes mellitus lebih besar terjadi pada anjing betina, sehingga lebih baik jika anjing betina dilakukan sterilisasi. (Lynda)